Kabar Kalimantan

Walhi Nilai Kerusakan Alam di Kalsel Sudah Sangat Parah

SATUMANDAU – Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono mengatakan sepanjang 335,88 km sungai di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan berubah menjadi lubang tambang. Selain itu, dia menjelaskan ada lebih dari 5.600 kilometer sungai di Kalsel melintas dan berasal dari hutan, terutama hutan tropis Pegunungan Meratus. Namun disayangkan sebanyak 41 persen hutan Meratus dan hutan lainnya di Kalsel, saat ini juga terdapat izin tambang.

“Selain itu, tambahnya, fakta spasial lainnya di ekosistem karst menunjukkan, luas pegunungan karst di Kalsel mencapai 610.766 hektare, dari luas tersebut sebanyak 356.552 hektare di antaranya di kawasan tersebut kini dibebani izin tambang,” kata Kisworo. Kemudian hutan Kalsel mencapai 984.791 hektare, dan sebanyak 399.000 hektare hutan itu saat ini juga dibebani izin tambang.

“Akibat dari sektor pertambangan tersebut tentu mencemari air sungai sebagai sumber kehidupan,” pungkasnya. “Pernah terjadi satu hektare tanah longsor di Desa Kintap Tanah Laut akibat lubang tambang dekat sungai, terjadi menjelang Idul Fitri terbukti kejadian tersebut pencemaran akibat tambang mengotori air sungai”. Dalam paparan tersebut terungkap pula pertambangan batu bara meracuni air di Kalsel dan melecehkan hukum Indonesia.

sumber berita