Kabar Kalimantan

Wakil Ketua Dewan Pakar: Aspirasi Munaslub Kuat Dari Daerah

SATUMANDAU Gelombang aspirasi penyelenggaraan munaslub kian menguat. Aspirasi ini kuat berasal dari daerah yang dibawa oleh hampir seluruh DPD I Partai Golkar di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan info, sejauh ini sudah hampir seluruh DPD I Partai Golkar telah menyetujui penyelenggaraan munaslub. DPD yang tersisa adalah NTT, Papua dan Papua Barat. Ketiganya masih belum menyetujui munaslub. Total yang menyetujui adalah berjumlah 31 dari total 34 DPD. Berdasarkan aturan partai, jumlah itu sudah memenuhi syarat. Menurut aturan partai, munaslub dapat diselenggarakan atas persetujuan atau permintaan dua pertiga DPD I yang ada.

Sementara ini nama yang semakin menguat sebagai calon pengganti Novanto adalah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Beliau juga sudah bertemu Joko Widodo, dan juga diklaim sudah mendapat restu dari Presiden Jokowi.

Dengan kuatnya aspirasi munaslub dari DPD I, menurut Mahyudin, maka wacana munaslub tidak perlu dibawa ke rapat pimpinan nasional (rapimnas). Wacana Munaslub, Mahyudin menambahkan, cukup diputuskan dalam rapat pleno untuk menentukan kapan dan dimana Munaslub itu berlangsung.

Mahyudin yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar memiliki pendapat terkait aspirasi munaslub dari DPD. Menurut beliau, meskipun rapat pleno telah memutuskan bahwa munaslub akan menunggu hasil praperadilan. Praperadilan sang Ketua Umum Golkar Setya Novanto untuk mencari keadilan melawan sangkaan KPK. Namun demikian, keinginan DPD I sebagai pemilik suara harus segera disikapi dengan bijak oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Menurut Mahyudin, Setya Novanto sudah legowo atas permintaan DPD I untuk menggelar munaslub. Sosok Wakil Ketua MPR ini juga menegaskan bahwa berdasarkan hal itu, ditambah aspirasi dari DPD, maka Golkar sudah tidak perlu membuang banyak waktu lagi untuk pergantian kepemimpinan.

Mahyudin menambahkan, dengan demikian sudah sekiranya saat ini bola berada di wilayah Plt Ketua Umum Golkar. Menurutnya, Idrus Marham perlu untuk memberikan respon dengan segera melakukan rapat pleno DPP untuk melakukan persiapan-persiapan Munaslub.

Mahyudin mempersilakan pelaksanaan munaslub. Mengingat info bahwa Setya Novanto sudah legowo untuk mengadakan munaslub.  Menurutnya, tidak perlu terburu-buru oleh nafsu, namun juga jangan terus diulur-ulur. Jika memang sudah ada kesepakatan terkait waktu, tempat, Steering Commitee dan Organizing Committee, tinggal pelaksanaan saja.

[ ### ]