Politik

Usai Tahapan Pilpres, Golkar Kaltara Langsung Bergerak

SATUMANDAU – Pelaksanaan deklarasi calon presiden yang dilakukan sejumlah dewan pimpinan pusat (DPP) partai politik di Jakarta. Setelah acara deklarasi tersebut, para kader di kabupaten ataupun kota pun tancap gas, bergerak memenangkan pasangan yang diusung partainya.

Tigor Nainggolan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Tarakan, memberikan pernyataan bahwa walaupun sebelumnya di Pilpres 2014 Prabowo Subianto didukung oleh Partai Golkar, namun pada Pilpres 2019, Partai Golkar berpaling dengan mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, bersama partai pengusung lainnya.

“Bukan berbelok, tapi perahunya sudah sandar, jadi cari peluang di mana lagi kami akan berangkat. Perahu itu cukup digunakan 5 tahun, bukan selamanya,” demikian tutur Tigor.

Berdasarkan hal tersebut, maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap kader Golkar untuk bersikap loyal terhadap pimpinannya. Jika DPP telah memutuskan untuk mengusung Joko Widodo, maka DPD I dan DPD II pun wajib mematuhi arahan dari DPP Partai Golkar.

“Kadang-kadang yang di bawah itu pilih yang lain, tapi kalau ketahuan bisa di kick-out. Tapi kami akan menunggu arahan dari DPP, apa tindakan yang baik bagi kader yang tidak sependapat dengan pusat,” demikian Tigor memberikan penjelasan.

Dengan adanya kemajuan teknologi, termasuk media dan teknologi canggih di masa kini, Tigor memiliki keyakinan bahwa pihaknya tidak perlu melakukan sosialisasi terhadap kader Partai Golkar. Menurutnya, seluruh kader partai berlambang beringin ini tengah bersikap aktif dan loyal terhadap parpol, sehingga dipastikan mengetahui arah dan tujuanyang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat.

“Parpol itu memiliki aturan dari atas sampai ke bawah, jadi harus mengikuti arahan pusat. Golkar harus 100 persen ke Jokowi,” demikian Tigor menegaskan.

sumber berita