Kabar Kalimantan

Tumpahan Minyak Teluk Kalimantan Capai 40.000 Barel

SATUMANDAU PT Pertamina (Persero) memperkirakan tumpahan minyak mentah akibat kebocoran pipa di teluk Balikpapan Kalimantan Timur mencapai 40.000 barel. Kebocoran pipa tersebut saat ini sudah ditangani. Direktur Pengolahan Pertamina Toharso mengatakan, pipa yang mengalami kebocoran memasok minyak mentah dari terminal penyimpanan Lawe-Lawe ke fasilitas pengolahan minyak (kilang) Balikpapan.

“Volume tumpahan belum dihitung secara detail tapi indikasinya sekitar 40 ribu barel, kurang lebih. Tapi detailnya nanti tunggu investigasi,” kata Toharso, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/4). Toharso mengatakan, Pertamina telah menerapkan tanggap darurat dalam menangani tumpahan minyak mentah akibat kebocoran pipa. Dengan menghentikan pasokan minyak yang mengalir melalui pipa, setelah 8 jam diketahui sumber kebocorannya.

“Tanggal 31 Maret (kejadian). Tapi bukan berarti ditemukan (pipa) hari selasa, minyak masih ngocor. Jangan salah. Begitu kejadian, jam 8 pagi pipanya distop,” tuturnya. Toharso melanjutkan, pipa yang bocor terputus sepanjang 30 centimeter (cm) kemudian terseret hingga 120 meter dari posisi awal. Dia mengklaim meski pipa telah berusia 20 tahun tetapi masih layak digunakan dan inspeksi pipa rutin dilakukan setiap tiga tahun.

“Usia pipa itu kurang lebih 20 tahun,tapi bukan berarti 20 tahun itu diganti. Usia pipa bisa lebih dari 20 tahun, yang penting tiap 3 tahun disertifikasi, di surveui. Terakhir di survei itu tahun 2016, dia berlaku 3 tahun. Nanti 2019 harus disertifikasi lagi,” paparnya.

 

sumber berita