Kabar Kalimantan

Tiga Wilayah di Kaltim Ini Jadi Fokus Perhatian Saat Pilkada 2018

SATUMANDAU – Jelang hari pemungutan suara pada 27 Juni besok, Polda Kalimantan Timur terus melakukan pemantauan dan pengamanan guna menjaga kondusivitas. Selain itu, Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Priyo Widyanto, juga mengeluarkan sejumlah imbauan dalam maklumat Mak/04/VI/2018 tentang Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Dalam Rangka Pelaksanaan Pilkada 2018.

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, ada tiga poin dalam maklumat tersebut.

Pertama, setiap orang dilarang mengganggu ketertiban umum, melakukan tindakan anarkis dan tindakan lain yang berpotensi SARA. Kedua, akses jalan menuju ke TPS dilarang adanya aktivitas ormas tertentu yang bisa menimbulkan ancaman fisik dan non fisik maupun intimidasi.

Ketiga, kepolisian tidak akan segan melakukan tindakan tegas dan terukur dimulai dari peringatan, pembubaran, sampai penindakan atau upaya paksa, di antaranya mengacu pada pada Peraturan Kapolri Nomor 01/2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian, apabila diketahui ada tindakan yang melanggar hukum.

Ade menerangkan, ada 3 wilayah yang menjadi atensi khusus Polda Kalimantan Timur. Yakni Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara, dan Samarinda sebagai ibukota provinsi.

“Pengamanan wilayah jadi atensi Polda. Untuk kategori per wilayah, PPU juga bagian dari atensi karena di sana juga menggelar Pilbup,” ujar Ade.

“Kemudian Samarinda jadi yang utama, karena ibu kota provinsi sebagai pusat pemerintahan provinsi, juga ada kantor penyelenggara Pemilu. Juga, seluruh paslon kan ada di Samarinda, dan KPU jadi prioritas pengamanan kepolisian,” tambah Ade.

Brimob dan Sabhara Polda Kaltim juga sudah disiagakan di PPU, Samarinda dan Kutai Kartanegara. Jika dirasa perlu, kepolisian melakukan tembak di tempat bagi perusuh di Pilgub Kaltim dan Pilbup PPU.

“Kepolisian itu dilengkapi senjata, diberi kewenangan untuk menggunakan senjata api. Jadi ketika ada hal dipandang perlu untuk melakukan tindakan sampain kepada penembakan, itu tentu koridor ketentuan itu jadi acuannya. Tidak asal main tembak. Yang jelas, tujuan kepolisian memberi rasa aman masyarakat untuk datang ke TPS mengunakan hak pilihnya,” jelas dia.

sumber berita