Nusantara

Terseret Ombak di Seminyak Bali, Petinggi Bank Dunia Aakansha Pande Tenggelam

SATUMANDAU – Aakansha Pande, salah satu bos di Bank Dunia tenggelam di Pantai Double Six Seminyak, Kuta, Bali, Sabtu (21/7/2018). Kabar meninggalnya Senior Economist World Bank ini baru tersiar pada Minggu (22/7/2018) petang.

Jenazah Aakansha Pande, salah satu bos Bank Dunia ini dibawa ke RSUP Sanglah setelah sebelumnya sempat dibawa ke RS Siloam.

Jasad salah satu bos Bank Dunia, Aakansha Pande, baru dipulangkan menggunakan biro jasa pada Minggu (22/7/2018) siang sekira pukul 14.00 Wita.

Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi membenarkan jika pihaknya menerima jenazah Aakansha Pande dari RS Siloam.

Sejumlah pemeriksaan luar juga sudah dilakukan. Namun terkait hasilnya, ia tidak bisa memberikan keterangan.

“Iya, pihak kami ada menerima jenazah korban itu. Namun soal hasil visum luar ada dibawah tanggung jawab Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yang bertugas hari itu, bukan saya,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun Bali, Minggu (22/7/2018).

Jenazah diterima oleh Instalasi Forensik RSUP Sanglah pada Sabtu (21/7/2018) sekira pukul 24.00 Wita.

Setelah administrasi selesai, jenazah langsung dipulangkan menggunakan biro jasa pada Minggu (22/7/2018) siang sekira pukul 14.00 Wita.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima dari sumber Tribun-Bali.com, Aakansha Pande tenggelam sekitar pukul 17.10 Wita.

Dia meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS. Siloam, Kuta, Badung.

Sesampainya di RS Siloam, korban sempat diperiksa di antaranya, cek respon, cek denyut nadi dan nafas serta dilakukan rekam jantung.

Hasil pengecekan itu menyebutkan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Rencana autopsi pun dibatalkan karena suami korban, Ziad Haider menolaknya.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh warga negara amerika dengan nomor pasport 579541046 itu. Selama di Bali, Aakansha Pande menginap di Hotel Indigo Seminyak Kuta Badung.

Terseret Ombak

Kapolresta Denpasar, Kombespol Hadi Purnomo membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya benar memang kami mendapat informasi dan laporan ada WNA terseret ombak. Kejadiannya Sabtu kemarin,” ucap Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo kepada Tribun Bali, Minggu (22/7/2018) melalui sambungan seluler.

Hadi menjelaskan bahwa korban ke Bali bersama keluarganya. Kemudian pada Sabtu (21/7/2018) sore, korban mendatangi Pantai Double Six untuk berenang.

Tak lama setelah itu, korban terseret ombak dan sempat ditolong oleh pihak Balawista Pantai Double Six. Kabar yang beredar bahwa korban meninggal karena saat melakukan penyelaman dibantah Hadi. “Saat di rumah sakit korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” tegas Hadi.

sumber berita