Politik

Target Tambah Kuota Perempuan di 2019, Legislator Golkar Hetifah: Bukan Kader Sembarangan

SATUMANDAU Partai Golkar melalui Ketua Umumnya Airlangga Hartarto telah mencanangkan target penambahan kuota keterwakilan perempuan di parlemen pada tahun 2019, melalui ajang Pilpres 2019. Namun, Hetifah Sjaifudian memastikan para kader  perempuan yang akan berlaga sebagai calon legislator bukanlah kader sembarangan.

Salahsatu hal yang dilakukan oleh Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto adalah memastikan pemenuhan kuota untuk caleg perempuan. Dan hal tersebut merupakan target yang dibuat oleh Ketua Umum yang menggantikan Setya Novanto tersebut.

Hetifah Sjaifudian baru ditunjuk menjadi Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dalam kepengurusan baru Partai Golkar yang disusun oleh Airlangga Hartarto. Hetifah mengatakan bahwa para kader yang akan mengikuti Pemilu 2019 bukanlah nama-nama sembarangan yang hanya memenuhi kuota.

Para kader perempuan tersebut harus sudah teruji rekam jejaknya. Partai Golkar telah menargetkan perwakilan perempuan di parlemen pada Pemilu Legislatif 2019 akan memenuhi kuota. Pemilu 2019, kursi Golkar bagi kaum perempuan di DPR diharapkan akan bertambah.

Hetifah mengatakan kader perempuan Partai Golkar perlu segera mempersiapkan daftar calon sementara. “Saat ini perempuan Golkar perlu segera mempersiapkan Daftar Calon Sementara untuk mengikuti Pemilu 2019. Tentu bukan nama-nama sembarangan untuk sekadar memenuhi kuota, tapi memang kader yang sudah teruji rekam jejaknya,” demikian ujar Hetifah Sjaifudian.

Pada Selasa (23/1/2018) Hetifah mengatakan bahwa diriya mengharapkan penambahan jumlah perempuan di Fraksi Partai Golkar. “Diharapkan pada tahun 2019 nanti jumlah perempuan di FPG (Fraksi Partai Golkar) DPR RI bisa bertambah dari 18 menjadi 30 orang,” demikian harap Hetifah Sjaifudian.

Legislator Golkar yang duduk di Komisi II DPR RI ini mengatakan bahwa kader perempuan di legislator akan memperjuangkan nasib perempuan, anak-anak, remaja dan kaum marjinal. “Bagi kader perempuan yang sudah duduk di legislatif, baik di DPR maupun DPRD, kami akan mempertegas sikap politik dan keberpihakan kami pada nasib kaum perempuan, anak-anak, remaja, dan kaum marjinal melalui kebijakan yang kami rumuskan,” demikian Hetifah menjelaskan.

Perempuan Golkar terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh komponen. Baik di legislatif, eksekutif, maupun civil society, serta para akademisi yang peduli dengan keterwakilan perempuan dalam politik. Dalam penegasannya, Legislator perempuan Partai Golkar ini menegaskan bahwa kader perempuan Partai Golkar akan sungguh-sungguh mewujudkan politik bersih dan demokratis. Hal ini juga sesuai dengan jargon ‘Golkar Bersih’ yang digaungkan oleh Ketua Umum Partai Golkar yang baru, Airlangga Hartarto. {@@}