Kabar Kalimantan

Tangani Kebakaran Hutan, Polda Kalbar Tetapkan 66 Tersangka

SATUMANDAU Kasus kebakaran hutan mulai mendapatkan penanganan serius. Pihak Polda Kalbar diketahui saat ini telah melakukan pemrosesan dan penetapan terhadap 66 tersangka. Mereka ditengarai terlibat dalam 66 kasus karhutla yang tengah membara di seantero Kalimantan Barat (Kalbar).

Demikian hal tersebut diungkap oleh Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Didi Haryono terkait perihal kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah yurisdiksinya.

Irjen Didi Haryono mengatakan bahwa dari 66 kasus kasus karhutla tersebut, diantaranya dilakukan oleh pihak perusahaan atau korporasi. Irjen Didi mengungkapkan sebanyak 15 kasus, sebagaimana dilansir dari kantor berita ANTARA. “Dari 66 kasus karhutla itu, sebanyak 15 kasus diantaranya dilakukan oleh korporasi atau pihak perusahaan,” ungkap Irjen Didi Haryono.

Terkait kejahatan yang dilakukan korporasi tersebut, lebih lanjut Irjen Didi Haryono mengatakan sebanyak 13 kasus dalam proses penyelidikan. Sementara 2 kasus sisanya masih dalam proses penyidikan. Dalam proses penanganan kasus karhutla ini, Irjen Didi Haryono mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyegelan.

Tempat-tempat yang telah dilakukan penyegelan terkait kasus karhutla tersebut diantaranya terletak di Mempawah, Kubu Raya, Ketapang, Sambas, dan Sintang.

Pelaku Perorangan

Sementara, Polda Kalbar juga telah melakukan penindakan terhadap pelaku perorangan. Saat ini tercatat sebanyak 25 orang kasusnya sudah naik ke tahap sidik. Selain itu, terungkap bahwa sebanyak 3 orang sudah masuk tahap dua, sementara 25 orang lainnya masih dalam pengembangan tahap satu.

Kasus-kasus tahap satu kasusnya sudah dikirimkan ke pihak kejaksaan. Langkah berikutnya menunggu kejaksaan terkait informasi kelengkapan berkas perkaranya, demikian lanjut Irjen Didi Haryono.

Upaya Pemadaman Terus Berlanjut

Terkait upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan, Irjen Didi Haryono mengatakan bahwa saat ini ribuan personel gabungan dari masyarakat, Polda Kalbar, Kodam XII/TPR, Lantamal XII/Pontianak, Lanud Supadio, BPBD, serta pihak Pemda semuanya bersama-sama melakukan patroli pemadaman serta pencegahan agar tidak semakin meluas.

Irjen Didi mengatakan karhutla harus segera diatasi karena dampaknya sangat buruk terhadap kesehatan masyarakat, mengganggu kegiatan ekonomi serta merusak kelestarian alam akibat kabut asap serta kemusnahan akibat dari terbakar oleh api.

Irjen Didi juga mengungkapkan sekitar 100 desa masuk daerah rawan bencana karhutla. “Saat ini sudah ada 100 desa yang telah kami tetapkan rawan Karhutla,” jelasnya. Dirinya mendorong masyarakat bersama-sama menanggulangi kebakaran lahan serta kabut asap yang semakin mencemaskan.

Kapolda Kalbar ini juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas semua pihak yang terbukti lalai apalagi yang sengaja membakar lahan dan hutan. Ia mengatakan semua instrumen hukum sudah jelas dan telah disiapkan pihaknya untuk menghadapi pihak yang akan ditindak tersebut.

Instrumen hukum yang akan dipakai meliputi kehitanan, lingkungan hidup, perkebunan. Instrumen tersebut juga diperkuat dengan peraturan gubernur Kalbar. Keseluruhan instrumen-instrumen itu menjadi koridor seluruh jajaran Polda Kalbar dan pemda setempat untuk tegas dalam melakukan penindakan. (tim liputan)


*cover foto: Upaya pemadaman kebakaran lahan di Pelalawan oleh petugas dann masyarakat. (Foto: Liputan6.com/M Syukur)

 

Join The Discussion