Politik

Solid! Golkar Pimpin Koalisi Usung Fairid-Umi di Pilwakot Palangka Raya

SATUMANDAU  Koalisi dari tiga partai politik, dengan Partai Golkar memimpin didalamnya, secara solid dan kompak mengusung pasangan Fairid Naparin dan Umi Mastikah Pilwakot Palangka Raya. Tiga partai politik tersebut yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PAN, akan berkoalisi memenangkan ajang Pilkada 2018.

Pada Rabu (3/1/2018) malam Fairid Naparin menerima formulir  B1.KWK dari PAN di Palangka Raya. “Demokrat dan PAN sudah menyerahkan surat dukungan berbentuk B1.KWK. Sedangkan Partai Golkar akan menyerahkan surat dukungan pada tanggal 5 Januari 2018 yang menyerahkan langsung Ketua Umum Golkar,” demikian Fairid menjelaskan kondisi koalisi yang mengusung dirinya dan Umi Mastikah.

Koalisi ketiga parpol ini menggenapkan syarat dukungan politik parlemen bagi Fairid dan Umi. Berdasarkan hasil Pemilu 2014 pemetaan kursi di DPRD Palangka Raya adalah sebagai berikut; Partai Golkar memiliki empat kursi, Partai Demokrat dengan dua kursi, dan PAN juga memiliki dua kursi. Total kursi koalisi partai yang mengusung Fairid-Umi ini berjumlah delapan kursi. Jumlah ini melebihi persyaratan untuk maju dari jalur parpol minimal mengantongi dukungan partai atau gabungan partai berkekuatan enam kursi di DPRD.

Menurut Fairid, masih ada kemungkinan partai lain yang akan bergabung pada koalisi tersebut, hanya saja, dirinya belum mau menyebutkan nama. “Saya dan Umi pasangan pertama yang sudah cukup memenuhi syarat untuk maju pada pilkada tahun 2018. Bahkan kemungkinan besar ada partai lain yang akan bergabung, namun belum bisa saya ucapkan malam ini,” demikian jelas Fairid.

Fairid Naparin adalah politisi muda yang memiliki modal politik yang cukup. Setidaknya, ada dua modal politik yang boleh dikatakan menonjol. Modal pertama, Fairid Naparin terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kalimantan Tengah. Modal Kedua, adalah sosok sang ayah, yaitu Abdul Razak. Sebagaimana diketahui, Abdul Razak adalah tokoh besar Partai Golkar Kalteng, dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kalteng sebanyak dua kali berturut-turut dan juga dua kali menduduki jabatan di parlemen sebagai Wakil Ketua DPRD Kalteng. Walaupun sekarang Abdul Razak sudah tidak lagi menjabat Ketua DPD Partai Golkar, namun, Ketua DPD Kalteng saat ini pun masih termasuk kerabatnya, yaitu Ruslan AS.

Berdasarkan dua modal tersebut dan juga ditambah dengan kerja kerasnya meyakinkan partai politik, sekarang Fairid menimang buah hasil kerja kerasnya. Fairid Naparin akan berpasangan dengan Umi Mastikah, setelah mendapatkan dukungan parpol dan  memenuhi persyaratan untuk maju di Pilkada 2018.

Fairid Naparin menjelaskan bahwa sebelumnya banyak pihak yang meremehkan dirinya bisa maju dan dapat dukungan parpol. Hal tersebut dapat dimakluminya, dan hanya bisa dijawab dengan kerja keras.  Menurut Fairid, keraguan tersebut karena dirinya yang masih muda di Kota Palangka Raya, serta belum memiliki pengalaman banyak di dunia politik. Pengalaman sebagai anggota legislatif di DPRD Kota saja belum pernah, apalagi maju di Pilwalkot, begitu tanggapan sinis dan negatif sebagian besar orang.

Sekarang, anggapan remeh itu tidak terbukti. Anggapan sebagian publik itu berhasil Fairid jungkir balikkan dengan mengantongi rekomendasi dari tiga parpol, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Jumlah kursi ketiga parpol sudah mencapai delapan atau melebihi syarat bersaing menjadi orang nomor satu di Kota Palangka Raya.

Dalam kesempatan terpisah, bakal Calon Wakil Wali Kota Umi Mastika memberikan keterangannya. Menurutnya, dalam ajang pemilihan Wali Kota Palangka Raya maupun Gubernur Kalteng, ketiga parpol tersebut selalu mendukung pasangan yang sama. Artinya pemikiran ketiga parpol yang mengusung Fairid dan dirinya selalu dalam satu kerangka pemahaman yang sama. “Tiga parpol PAN, Demokrat dan Golkar sepertinya selalu selaras dalam pilkada Kota Palangka Raya dan Pemilihan Gubernur Kalteng periode 2016-2021,” ujar Umi yang siap berjuang bersama Fairid.

Beta Syailendra juga memastikan bahwa pihaknya akan mendukung penuh dan bekerja keras untuk memenangkan pasangan Fairid-Umi pesta demokrasi lima tahunan sekali itu. “PAN dalam dua pilkada sebelumnya selalu sukses memenangkan paslon yang diusung. Pengalaman itu menjadi modal besar bagi PAN untuk memenangkan Fairid-Umi di pilkada tahun 2018,” demikian jelas Ketua DPD PAN Kota Palangka Raya.

Setelah sempat diremehkan, sekarang berbalik menjadi pasangan kuat. Pasangan Fairid-Umi bahkan menjadi pasangan pertama yang sudah memastikan dukungan parpol untuk maju di Pilkada Palangka Raya. Parpol lainnya pun tertarik untuk turut bergabung di dalam koalisi tiga parpol ini.  [ ### ]