Nusantara

SOKSI Gelar Diskusi Langkah Strategis Fiskal Moneter, Bangun Optimisme Ekonomi Indonesia

SATUMANDAU – Krisis politik tahun 1998 yang dimulai dengan gejolak perekonomian yang terpuruk satu tahun sebelumnya. Krisis tersebut merupakan awal dari kesadaran kita untuk membentuk dana moneter dan kekuatan fiskal yang strategis. Dari krisis krisis ekonomi yang sudah terlewat dua puluh tahun lalu itu membentuk watak kepada ketahanan ekonomi indonesia.

Demikian salah satu poin sambutan ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam Diskusi Nasional “Langkah Strategis Fiskal Moneter: Membangun Optimisme Ekonomi Indonesia” yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/6/2018). Permasalahan ekonomi di 1997 memang menjadi benturan kekurangan paham dalam masalah fiskal dan moneter, semantara istilah moneter itu sendiri baru kita ketahui bersama saat krisis sudah terjadi saat itu.

Kiri ke kanan: Ahmadi Noor Supit (Waketum SOKSI/ anggota DPR), Roslan P Roslani (ketua Kadin ), M Misbakhun (anggota DPR RI)

Lebih lanjut Bambang Soesatyo mengemukakan, ketahanan strategis fiskal dan moneter bisa kita jaga kestabilannya, baik kesinambungan pembangunan serta penguatan ekonomi yang digerakan bersama, baik pemerintah, DPR , dan para pelaku usaha.

“Tentu dari pembelajaran Kita membangun ekonomi untuk tidak lagi terjerembab seperti di tahun 1997, perlu adanya kesinambungan dan kestabilan diantara perekonomian yang dijalankan oleh pemerintah, dpr, serta kita semua yang terjun dalam pelaku usaha,” ujar mantan ketua Komisi Tiga DPR RI tersebut.

Diskusi Fiskal dan moneter ini dilaksanakan berkat kerja sama Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka langkah strategis Fiskal dan ketahan moneter di Indonesia. (tim liputan)