Nusantara

Sikap Partai Golkar Jelas: Tolak Impor Beras!

SATUMANDAU Terkait wacana impor beras yang menggema di masyarakat pada beberapa hari terakhir, Partai golkar memiliki sikap yang jelas, yaitu menolak impor beras. Sebagaimana diketahui, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito melalui kementerian Perdagangan menelurkan kebijakan untuk membuka kran impor beras sebanyak 500 ribu ton untuk memenuhi permintaan di dalam negeri, dan menurunkan harga beras yang mengalami peningkatan.

Politisi Partai Golkar beramai-ramai memberikan komentar yang berisi penolakan dan kritik terhadap kebijakan tersebut. Fadel Muhammad tidak setuju dengan impor beras ini. Menurutnya, langkah yang diambil akan menurunkan semangat petani. Sementara, Firman Soebagyo menilai impor beras janggal dan terkesan dipaksakan. Kejanggalan tersebut bahkan dicurangi sebagai modus penggalangan dana menjelang Pemilu 2019.

Roem Kono mengkritik langkah Mendag Enggartiasto Lukito tersebut sebagai langkah yang memalukan dan tidak professional sebagai seorang menteri. “Memalukan! Tidak profesional!” begitu kritik Roem Kono. “Nasib jutaan petani harus kita perhatikan!” begitu ingatnya. “Jangan sedikit-sedikit impor,”karena itu adalah langkah mudah yang tidak menyelesaikan masalah.

Ichsan Firdaus menganggap keputusan impor beras sebagai pil pahit. Kebijakan ini adalah akibat kurangnya antisipasi pemerintah dalam melakukan analisa kondisi perberasan nasional. Februari sudah panen. Bagaimana kalau kebanjiran beras impor? Pemerintah harus melakukan evaluasi secara serius tentang produksi pangan nasional.

Hal penting lainnya, kebijakan ini tidak sejalan dengan program Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Kebijakan impor beras jelas bertabrakan dengan program tersebut.

Saksikan secara singkat tentang penolakan Partai Golkar terhadap kebijakan impor beras dalam video singkat berikut:

 

[ ### ]