Kabar Kalimantan

Siapa Calon Kuat? Setelah Rita Tersandung Hukum, Golkar Kaltim Peta Ulang Cagub 2018

 

Satumandau – Kondisi yang terjadi terhadap Rita Widyasari memaksa Partai Golkar berpikir ulang mengenai siapa-siapa saja sosok yang bakal diusung partai tersebut sebagai Bacagub di Kaltim pada pilkada 2018 nanti. Namun sayangnya, sampai sejauh ini belum ada yang menonjol.

Partai Golkar melakukan pemetaan ulang (remapping) calon gubernur (Cagub) Kaltim 2018 mendatang. Partai Golkar melakukan hal ini setelah calon tunggal terkuatnya, yaitu Rita Widyasari tersangkut kasus dugaan korupsi. Sampai sejauh ini masih belum ada nama-nama menonjol yang mampu menyaingi popularitas dan elektabilitas Rita. Nama-nama yang dimaksud belum dapat dipublikasikan ke masyarakat.

Partai Golkar menyatakan bahwa tahapan pencarian nama-nama tersebut masih dalam tahap seleksi untuk mencari calon terkuat. Jadi, sejatinya masih akan melakukan survei lagi, karena calonnya masih rata-rata. Padahal, menurut Mahyudin, politisi Golkar yang juga Wakil Ketua MPR RI, Partai Golkar menginginkan nama yang luar biasa, sementara nama-nama alternatif yang sudah bermunculan belum ada yang menonjol.

Jadi, sebenarnya sosok seperti apa yang dicari oleh Partai Golkar?, menurut Mahyudin lagi, calon yang dimaksud berasal dari kehendak rakyat. Sosok yang dikenal dan diinginkan oleh rakyat Kaltim. Calon seperti inilah yang diharapkan, karena esensinya, suara golkar adalah suara rakyat.

Mahyudin yang juga merupakan wakil rakyat dari dapil Kaltim mengatakan bahwa calon tersebut adalah siapa saja yang memiliki potensi dan rakyat menghendakinya, maka itulah calon yang menjadi harapan. Pada saat ini siapa saja boleh menjadi calon yang akan dianalisa oleh Partai Golkar. Masih terbuka ruang bagi siapa saja karena sampai saat ini belum ada keputusan dari partai.

Dalam kesempatan terpisah, Mahyunadi, sosok kader Golkar dan juga Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), menurut kabar beredar akan maju dalam Pilgub Kaltim tahun 2018 nanti. Menanggapi hal tersebut, Mahyunadi mengaku siap dengan syarat mendapatkan restu dari partai dan tentu saja yang paling penting, yaitu masyarakat yang menginginkannya. [ ]