Politik

Serap Aspirasi Kandidat Pilgub Kaltim, Golkar Menanti Hingga Detik Penghabisan  

SATUMANDAU Serap aspirasi kandidat pasangan di ajang Pilgub Kaltim, Partai Golkar bersedia menanti hingga detik penghabisan. Masih menimang-nimang calon terbaik yang dapat membawa Golkar kepada kemenangan di ajang Pilgub Kaltim. Sampai sekarang, sosok pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018-2023 yang diusung Partai Golkar masih belum dapat diketahui.
Hal ini berbanding terbalik dengan daerah lainnya, dimana Partai Golkar telah menetapkan pasangan calon yang diusung. Nama-nama pasangan cagub dan cawagub di beberapa daerah lain seperti di Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang juga menyelenggarakan pemilihan gubernur (pilgub) seperti Kaltim telah diumumkan pada Jumat (5/1/201) oleh DPP Golkar di Jakarta. .
Dua daerah yang belum mendapatkan jawaban adalah Jawa Tengah dan Kaltim. Menurut Kasharyanto, Ketua Harian Golkar Balikpapan, Golkar masih mencari-cari sosok terbaik. Menurutnya, DPP Partai Golkar belum mempublikasikan pasangan di Pilgub Kaltim, karena masih dalam proses pertimbangan. DPP ingin memenangkan pertarungan perebutan kursi Kaltim 1. “DPP masih terus berpacu untuk menentukan Cagub Kaltim. Yang kami ketahui DPP sangat berharap bisa menang di Kaltim. Tidak mau buru-buru yang penting harus bisa menang,” demikian ungkap Kasharyanto pada Sabtu (6/1/2018).
Hal senada juga disampaikan oleh Hetifah Sjaifudian. Wakil Sekretaris DPD Golkar Kaltim ini mengatakan, pada awalnya, nama pasangan calon dari Partai Golkar untuk Pilgub Kaltim diagendakan diumumkan pada Jumat (5/1/2018) bersama pasangan daerah lainnya. Namun, belum rampungnya proses penggodokan di internal partai menjadi alasan pengumuman tersebut menjadi tertunda. “Kalau untuk Kaltim memang masih pending. Sementara masih proses penggodokan. Mungkin satu atau dua hari ini sudah final. Ya, memang masih alot sih, karena kami mencoba mencari kader terbaik untuk diusung,” demikian tutur Hetifah mencoba memberi penjelasan.
Kasharyanto memberi penjelasan, bahwa Golkar Balikpapan bersama pengurus DPD II Golkar Kaltim lainnya setuju Golkar mengusung kader sendiri mengingat Golkar di Kaltim dianggap partai besar, memiliki kekuatan suara terbanyak dan diisi kader yang berkualitas. Kasharyanto sendiri tidak mempermasalahkan perihal kapan waktu calon akan diumumkan.
Pada prinsipnya, yang terpenting mendapat kandidat yang cocok, tepat dan mampu memenangkan Pilkada Kaltim. “Mau daftar 10 Januari sebelum dini hari tidak masalah. Pas mau tutup pendaftaran juga tidak apa-apa, yang penting kandidatnya cocok, bisa menang,” ujarnya berprinsip. Berdasarkan jadwal dari KPU Provinsi Kaltim, proses pendaftaran bakal calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) Kaltim di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim akan berlangsung selama tiga hari pada tanggal 8-10 Januari mendatang. Jadwal ini diputuskan melalui Paraturan KPU Nomor 1 tahun 2017.
Awalnya, Golkar Kaltim solid mendukung Ketua golkar Kaltim, yaitu Rita Widyasari sebagai Cagub di Pilgub Kaltim 2018. Namun, setelah dicokok KPK pada September 2017 lalu, Hetifah mengakui Partai Golkar kesulitan mencari figur penganti untuk diusung sebagai cagub. “Memang harus kami akui, pasca ibu Rita bermasalah dengan hukum, kami belum menyiapkan rencana lain yang benar-benar matang. Tapi sementara ini, kami masih sedang menyiapkan opsi-opsi baru terkait itu,” demikian penjelasan Hetifah.
Berdasarkan informasi, pada rapat di Jakarta antara DPD I dan DPD II Golkar Kaltim di Jakarta, terdapat tiga nama yang mencuat di internal DPD Golkar Kaltim untuk diusung di pilgub. Mereka yakni Plt Ketua DPD Golkar Andi Sofyan Hasdam, ketua Harian DPD Golkar Makmur HAPK, dua nama yang telah lama beredar, ditambah ssatu nama baru yang muncul pada rapat tersebut, yaitu Hetifah Sjaifudian sebagai Wakil Sekretaris.
Hal lain yang harus menjadi pertimbangan adalah terkait aspirasi berdasarkan suara terbanyak. Berdasarkan catatan, suara terbanyak Golkar Kaltim ada di tiga daerah, yaitu Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Samarinda yang dianggap memiliki basis suara yang kuat. Bagi Partai Golkar, siapa pun diusung sebagai kandidat, yang penting harus mampu membawa Partai Golkar menang di Pilkada Kaltim. “Utamakan dari internal kader, kalau pun tidak ada, mau tidak mau mengambil dari luar yang penting Golkar bisa menang. Dari internal Golkar tidak kekurangan kader yang pas. Kita bisa lihat saja ketokohan Andi Sofyan Hasdam, Hetifah Sjaifudian atau Makmur HAPK. Cari kader Golkar untuk maju ke Kaltim banyak pilihan,” demikian tegas Kusharyanto.
Proses pencarian cagub dan cawagub di internal Golkar masih terus berlangsung, ditambah dengan upaya diskusi dan komunikasi sesama pengurus partai dengan kader untuk membangun basis dukungan yang solid dengan kerangka semangat membangun partai dan membangun Kaltim.
[  ### ]