Kabar Kalimantan

Selayaknya Figur Ketum Golkar Tidak Miliki Catatan Hitam

SATUMANDAU Sebagai sebuah partai besar, memang sudah selayaknya figur ketua umum Partai Golkar tidak memiliki catatan hitam di bidang hukum.

Memang tidak ada kriteria khusus bagi calon ketua umum. Namun, sudah selayaknya figur ketua umum partai sebesar Partai Golkar memiliki kriteria PDLT. Apakah PDLT itu? Yaitu Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak tercela. Menurut Mahyudin, keempat hal tersebut  merupakan yang paling penting dimiliki oleh calon ketua umum.

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini mempersilahkan siapa saja untuk maju mencalonkan diri, sepanjang memenuhi empat hal yang menjadi kriteria utama tersebut.

Sosok yang juga menjabat sebagai Wakil ketua MPR RI lantas menyebut sosok Airlangga Hartarto. Menurutnya, sosok Airlangga dirasakan tepat memimpin Partai Golkar karena yang bersangkutan tidak memiliki catatan hitam pada bidang hukum.

Mahyudin menambahkan, bahwa sejauh ini, sosok Airlangga merupakan calon kuat untuk menggantikan Setya Novanto. Selain bersih secara hukum, Airlangga Hartarto juga memiliki kemampuan serta mempunyai pengalaman mumpuni. Mengapa hal tersebut penting? Karena tantangan yang sudah begitu jelas menanti di depan mata. Pada ajang Pilkada serentak 2018 nanti, Partai Golkar membutuhkan figur yang bersih, dengan kemampuan serta pengalaman. Setelah itu, Pemilu 2019 juga sudah menunggu.

Berdasarkan hal-hal tersebut, menurut pendapat Mahyudin, Airlangga adalah figur yang cocok memimpin Partai Golkar. Walaupun sejauh ini nama Airlangga Hartarto merupakan figur terkuat, namun Mahyudin tidak menampik calon lain. Mahyudin juga tidak menolak adanya kandidat lain yang mampu menyaingi Airlangga. Keberadaan sosok-sosok lainnya membuat kemungkinan Airlangga menjadi ketua umum secara aklamasi belum tentu terjadi.

Menurut Mahyudin, selama belum ada sinyal dari Setya Novanto, calon-calon tersebut belum mau memunculkan diri. Mereka masih menaruh rasa hormat terhadap sosok sang ketua umum. Disamping itu, mereka masih memiliki loyalitas penuh kepada Sosok Setya Novanto. Barisan loyal kepada Setya Novanto masih rapat dan banyak. Lalu, alasan lainnya, karena belum ada agenda munaslub. Jadi memang belum waktunya memunculkan diri.

Nama Airlangga Hartarto memang sudah muncul ke publik secara luas sebagai sosok terkuat yang akan menggantikan Setya Novanto. Namun, nama Plt Ketua Umum DPP Partai Golkar saat ini, yaitu Idrus Marham juga merupakan calon potensial. Nama Idrus termasuk santer disebut akan maju menggantikan Novanto yang saat ini tengah menghadapi proses hukum dalam kasus korupsi KTP elektronik. Baik Airlangga maupun Idrus, keduanya telah menghadap Joko Widodo dan mengklaim telah mendapat restu dari Presiden.

Pergerakan para calon seperti Airlangga maupun Idrus, menurut Mahyudin, adalah hal yang lumrah dilakukan. Manuver-manuver tersebut adalah langkah yang sah-sah saja untuk mendapatkan dukungan sebagai ketua umum. Langkah-langkah seperti bertemu Jokowi untuk membahas Golkar, dan ada juga yang mengumpulkan para Ketua DPD I. Berdasarkan catatan, Airlangga Hartarto telah mendapat dukungan dari hampir seluruh DPD di Indonesia. Jumlah yang mendukung sebanyak 31 dari total 34 DPD. [ ### ]