Politik

Saran Mahyudin untuk Bambang Soesatyo, Dorong Fraksi Partai Golkar Stop Pansus KPK

SATUMANDAU Politisi Senior Partai Golkar, Mahyudin memberikan saran untuk Bambang Soesatyo, agar dapat mendorong kader Partai Golkar yang sedang bertugas dalam keanggotaan Pansus Hak Angket KPK segera menyelesaikan tugas mereka.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga telah memerintahkan anggota Fraksi Partai Golkar untuk menghentikan Pansus Angket KPK. Pernyataan tersebut kembali dikuatkan oleh pernyataan Mahyudin. Sosok yang menjabat Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini menyarankan agar Bambang Soesatyo segera mendorong kader partai yang sedang berada dalam keanggotaan Pansus Hak Angket KPK untuk segera menyelesaikan tugas.

Menurut Mahyudin, Pansus KPK sudah tidak relevan. “Ya, sebagai pimpinan DPR pasti beliau akan seperti itu. Karena Golkar menarik diri, Pansus KPK tidak relevan. Saya kira harus segera dibahas apakah memang Pansus KPK harus segera dihentikan,” demikian cetus Mahyudin.

Airlangga Hartarto telah menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR baru menggantikan Setya Novanto. Dengan penunjukan tersebut, sosok yang akrab dipanggil Bamsoet ini segera ditarik dari keanggotaan Pansus Angket KPK oleh sang ketua umum. Menanggapi langkah ini, Mahyudin menilai hal tersebut sebagai sikap Partai Golkar bahwa Pansus tidak lagi relevan. “Saya kira kalau ketua DPR nya dari Golkar Pak Bambang Soesatyo perintah dari partai menarik diri dari Pansus, saya kira pansus KPK sudah tidak relevan lagi,” demikian tanggapan Mahyudin.

Sebagai catatan, Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai Golkar telah menarik Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari posisinya sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selanjutnya, Bamsoet ditunjuk Partai Golkar sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. “Penarikan Bamsoet dari Pansus KPK, jadi sebelum beliau dilantik, sebagai Ketua DPR RI, Partai Golkar telah mengeluarkan instruksi kepada Ketua Fraksi Partai Golkar untuk lebih dulu menarik keanggotaan Bamsoet sebagai anggota Pansus Angket KPK,” kata Airlangga.

Selain keputusan untuk menarik Bamsoet secara resmi oleh Fraksi Golkar dari keanggotaan Pansus Angket, ada juga keputusan lainnya. Menurut Airlangga Hartarto, Partai Golkar tidak akan mengirimkan pengganti Bamsoet dalam keanggotaan Pansus Angket KPK.

Bertempat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (15/1), Mahyudin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini setuju jika kerja Pansus segera dihentikan. Dengan langkah tersebut, dapat membuat KPK bekerja maksimal memberantas korupsi di Indonesia. “Biarkan KPK bekerja lebih maksimal tidak terlalu banyak pikiran terbelah pikiran menangani ikut memikirkan masalah Pansus lagi fokus menangani kasus-kasus korupsi di Indoensia,” demikian tegas Mahyudin.  {…}