Kabar Kalimantan

Sahbirin Noor, Tokoh Golkar Sarat Prestasi dari Sei Jingah

SATUMANDAU – Selama kepemimpinannya di Kalimantan Selatan sebagai Gubernur, sudah 27 prestasi yang disabetnya dari pemerintah pusat. Apresiasi yang diperoleh H Sahbirin Noor ini adalah sesuatu yang tidak pernah diperoleh para pendahulunya. Apresiasi ini merupakan pembeda.

Terhitung setelah pelantikannya pada 16 Februari 2016, atau tepatnya dua tahun silam, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, seperti tidak mengenal lelah. Beliau terus bergerak. Hal ini merupakan gambaran programnya. Dengan slogan ‘Berjuang Gelorakan Rakyat’, Sahbirin Noor tidak kenal lelah mendengar aspirasi rakyat.  Keluar masuk hutan, naik turun gunung, bahayau di padang sekadar dapat bertatap muka dengan masyarakat di desa atau dusun-dusun terpencil untuk merasakan langsung kondisi yang dialami meski sudah 72 tahun negeri ini bebas dari penjajahan.

Di desa atau dusun terpencil yang bahkan sama sekali belum terhubung aliran listrik dan tersambung jaringan pipa air bersihnya, meski Kalsel merupakan provinsi tertua di Pulau Kalimantan –mulai dari 1945-1957, gubernur mengepalai Provinsi Kalimantan dengan walayah, Tengah, Selatan, Barat dan Timur. Selanjutnya 1957 Provinsi Kalimantan diwarisi oleh Provinsi Kalimantan Selatan– Paman BIrin, sapaan familiar kepala daerah kelahiran tepian Sungai Martapura, Banjarmasin, tepatnya Jl Sei Jingah, 12 November 1967, selalu menyoroti ekonomi rakyatnya. Hajat paling fundamental karena menyangkut isi perut dan kesejahteraan.

Apa yang dilakukan Paman Birin harus bahayau di waktu luang di tengah kesibukannya sebagai seorang kepala pemerintahan, karena visi yang disampaikannya, sebagai janji politik dua tahun lalu. Kalsel Mapan (Mandiri dan Terdepan), Lebih Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri dan Berdaya Saing, harus terwujud. Menyadari tanggungjawab akan ‘janji’ kepada rakyat di provinsi yang berawal dari Kerajaan Banjar inilah, ayah tiga putra hasil biduk rumah tangganya dengan Hj Raudatul Jannah, SKM, seperti menjadi Sang Pembeda.

Terhitung sejak gubernur pertama, M Syarkawi, (1957-1959) hingga dua periodenya Rudi Arifin sebagai kepala daerah ke-10 (2005-2015), gubernur yang menyandang gelar sarjana (S1) Ilmu Sosial Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, sungguh sangat berdeda. Pada acara resmi, sama seperti pejabat lainnya yang selalu berpenampilan rapi dengan baju batik atau sasirangan –kain dengan motif khas kerajinan asli Kalimantan Selatan— alumnus S2 Universitas Putra Bangsa Surabaya ini tidak segan-segan keluar dari acara protokoler untuk sekadar menjabat tangan, foto bersama awak media atau rakyatnya.

Bahkan tidak segan-segan pula mantan Lurah Kelayan Luar, Banjarmasin Selatan ini, membopong seorang diri lansia tokoh Veteran Kalsel yang kondisinya memang sudah tak mampu berdiri ketika berhadir dalam peringatan HUT para pejuang kemerdekaan itu, belum lama ini. Bagi Paman Birin yang didaulat sebagai inspektur upacara, para pejuang kemerdekaan adalah panutan yang sumbangsihnya untuk negara tidak ternilai. Karena itu harus ditiru para generasi muda, khususnya calon pewaris kepemimpinan di Kalsel.

Tidak jarang pula Paman Birin dalam bahayau (blusukan, istilah kerennya sekarang, Red.) muncul secara tiba-tiba dengan tampilan khas, bertopi, kaos oblong dan celana adventurenya, di warung-warung kopi tempat mangkalnya para abang becak di wilayah tujuannya untuk sekadar ngobrol, traktir ngopi dan menikmati penganan ringan, seperti pisang atau gumbili bagoreng.

Begitupun dalam pergaulan tingkat nasional, Direktur PT Jhonlin Sasangga Banua ini begitu familiar dengan hampir semua menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK. Kepopuleran Paman Birin yang memulai pendidikan di Madrasah Iptidaiyah (MI) Budi Mulia, Sei Jingah, Banjarmasin, 1982, karena prestasi kerjanya dalam mewujudkan program Nawa Cita –9 program kerja Jokowi-JK— hingga berbuah berbagai anugerah dari pemerintah pusat. Pertumbuhan ekonomi Kalsel selama 2017 sebesar 5.27 persen, di atas nasional yakni 5.01 persen.

Sebagaimana data Humas dan Protokol Pemprov Kalsel, tercatat 27 penghargaan yang dianugerahkan ke mantan Ketua Remaja Masjid Al Yaqin, Sungai Jingah ini. Prestasi yang tidak pernah diperoleh pendahulu-pendahulunya dalam kurun hanya dua tahun. Seperti misalnya, Inovasi Pelayanan Publik dari Manpan RB, 2016, Ki Hajar Dewantara Award 2017 dari Menteri Pendidikan RI, dan Lencana Adhitya Karya Mahatva Yodha 2017 dari Mensos RI, 25 Januari lalu.

Khusus untuk anugerah yang terakhir ini, Paman Birin yang memulai karier di lingkungan pemerintahan sebagai seorang staf Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, –sebelum berwiraswasta– matang dan besar dalam organisasi kepemudaan. Seperti misalnya jadi Ketua OSIS SMPN 10, Ketua OSIS SMAN 5 Banjarmasin hingga Ketua Menwa Uniska serta seabrek jabatan lainnya.

Pemimpin Peduli Petani anugerah terbaru dari Ketua DPN KTI , Jend (Purn) Dr Moeldoko, kepada Ketua DPD Partai Golkar Kalsel ini pada pelantikan DPP dan DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalsel 2017-2022, Sabtu (10/2), dengan organisasi kepemudaan dalam segala suka dan dukanya, seperti misalnya Karang Taruna di seluruh kabupaten/kota di Kalsel, selalu jadi prioritas.

Hal inilah yang menjadi pembeda, Sarat prestasi, peka terhadap kebutuhan rakyatnya. Sosok Sahbirin nNoor menjadi sosok pemimpin yang dirindukan oleh rakyat. Sosok pemimpin yang tidak mencitrakan dirinya dekat dengan rakyat. Tapi memang tulus dekat dengan rakyat karena sayang dan ingin mendengar kebutuhan rakyatnya, dan memang memiliki impian untuk membawa rakyat Kalsel sejahtera. Terus bergerak Paman Birin, dengarlah aspirasi rakyat, jadilah pemimpin yang memang tulus melayani. [ ]