Kabar Kalimantan

Saatnya Perempuan Jadi Wakil Ketua Partai Golkar

SATUMANDAU Keterlibatan perempuan dalam politik adalah hal yang terus-menerus mendapatkan upaya peningkatan. Saatnya perempuan menjadi wakil ketua Partai Golkar? Kisruh yang terjadi di tubuh Golkar membuka kesempatan itu.

Sebagaimana diketahui, penangkapan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menjadi pemicu kekisruhan internal di Partai Golkar. Mulai dari suara yang loyal, hingga yang menginginkan perubahan di pucuk pimpinan partai tersebut. Alasan yang diajukan juga masuk akal. Karena penangkapan ketua umum memberikan citra buruk bagi partai, sehingga dibutuhkan perubahan untuk menyelamatkan citra partai.

Namun, alasan bagi yang tetap loyal juga tidak dapat dikesampingkan. Asas praduga tak bersalah harus dikedepankan. Memberi kesempatan kepada Setya Novanto untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Seiring dengan berjalannya waktu, desakan perubahan melalui munaslub pun semakin menyeruak. Tidak heran, jika kemudian berbagai tanggapan muncul menyikapi kisruh Partai Golkar ini.

Nama-nama yang potensial pun beredar. Nama-nama tersebut menjadi bahan pembahasan dan tanggapan baik internal maupun eksternal. Hetifah Sjaifudian, politisi Golkar di DPR RI pun memberikan tanggapan. Hetifah menginginkan agar segala pihak dapat saling berdiskusi aga dapat tercapai kata sepakat. Dengan demikian dapat menghindari pepecahan Partai Golkar.

Hetifah Sjaifudian sebagai Ketua Gerakan Perempuan Ormas MKGR) berharap kepada nama-nama yang beredar tersebut. Hetifah berharap agar mereka yang menominasikan diri untuk maju menjadi calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar bisa saling urung rembug. Hal demikian itu untuk menyepakati suatu susunan pimpinan dan pengurus pasca Setya Novanto.

Sosok yang mewakili dapil Kaltim dan Kaltara ini melanjutkan pendapatnya tentang pembaruan di tubuh Partai Golkar. Beliau mengandaikan Sekjen (Idrus Marham) tetap melanjutkan tugasnya, maka Ketua Banggar (Azis Syamsuddin) dapat mewakili Partai menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Kemudian satu- satunya Kader Golkar yang menjabat Menteri, yaitu Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum. Dengan demikian, kegiatan saling berkomunikasi dengan Presiden menjadi lebih mudah. Komunikasi yang mudah antara partai dengan pemerintah dan Presiden akan membuat dukungan pada Pemerintahan Jokowi tetap berlanjut dan semakin solid.

Hetifah juga mengungkapkan, bahwa salah satu nama calon Ketua Umum yang beredar adalah sosok perempuan. Sosok tersebut merupakan tokoh dan kader perempuan, yaitu Titiek Soeharto. Hetifah menyarankan agar sebaiknya sosok tersebut sudah saatnya diakomodir menjadi Wakil Ketua Umum. Kehadiran sosok kader perempuan akan memberikan citra positif di masyarakat. Selain citra positif, kehadiran sosok perempuan juga telah sesuai dengan amanat Undang-Undang.  Hal ini dapat mengakselerasikan keterwakilan perempuan di dalam kepengurusan partai. [ ### ]