Kabar Kalimantan

Rudi Mas’ud, Milenial Pemimpin Penajam Paser Utara

SATUMANDAU – Penajam Paser Utara, kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi kian terkenal pasca pengumuman Presiden RI Joko Widodo yang memilih kabupaten tersebut sebagai wilayah Ibu Kota baru bersama Kutai Kartanegara. Kabupaten dengan ibukota Penajam ini menjadi trending topik di dunia maya setelah pengumuman tersebut.

Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini lekat dengan generasi milenial. Bagaimana tidak? Saat ini kabupaten PPU, demikian juga sering disingkat, saat ini dipimpin oleh milenial. Bupati Penajam Paser Utara saat ini bernama Abdul Gafur Mas’ud.

Sebagai informasi, Abdul Gafur Mas’ud lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur pada 7 Desember 1987. Artinya, saat ini dirinya berumur 31 tahun. Sungguh masih usia yang sangat muda.

Abdul Gafur Mas’ud dipercaya oleh masyarakat PPU menjadi bupati Kabupaten tersebut setelah terpilih memalui pilkada untuk periode 2018-2023. Dirinya berpasangan dengan Hamdam sebagai wakil bupati.

Ayahnya adalah H. Mas’ud. Sementara sang Ibu bernama Hj. Syarifah Ruwaidah Alqadri. Gafur adalah bungsu dari 8 bersaudara. Saat ini telah berkeluarga, didampingi seorang istri bernama Hj. Risna asal Jenebora, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pasangan muda ini dikaruniai 5 orang anak laki-laki. Yaitu Muhammad Varos Algaris, Muhammad Radja Faqih Algaris, Muhammad Pangeran Rafi Saddan Algaris, Muhammad Khaisar Ali Ka’bah Mas’ud Algaris, Muhammad Kholifa Abdul Latif Khusain Algaris.

Bupati Penajam Paser Utara ini mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan di Kecamatan Penajam, Kuaro, Babulu dan Sepaku. Lahan untuk wilayah Ibu Kota baru tersebut seluas 4 ribu hektare.

Sejalan dengan pemimpinnya yang masih muda, demikian pula dengan usia kabupatennya. Kabupaten PPU masih berusia muda, baru 17 tahun. Namun, walau masih berusia muda, tapi dinilai memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya yaitu bertetangga dengan Balikpapan, kota terbesar di Kalimantan yang memiliki bandara dan pelabuhan laut skala internasional.

Selain itu, juga tidak jauh dari Samarinda. Dengan demikian, wilayah tersebut diapit oleh dua kota besar di Kaltim. (tim liputan)

Join The Discussion