Kabar Kalimantan

Ribuan Liter Miras Cap Tikus Nyaris Beredar di Kaltim

SATUMANDAU Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil menggagalkan penjualan minuman haram di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat. Alhasil sebanyak 8.000 liter minuman keras (miras) tradisional jenis cap tikus (CT) berhasil diamankan aparat kepolisian. Ribuan liter miras itu dikemas pada plastik berisi 40 liter. Kemudian dimasukkan dalam karung dan disimpan dalam gudang.

Ini merupakan pengungkapan terbesar sepanjang di 2018. Tahun sebelumnya, Ditreskoba berhasil mengungkap 7.600 liter senilai Rp 280 juta, 4.400 liter serta pengungkapan anggota Polsek Balikpapan Barat sebanyak 8.100 liter. Modus pengangkutan dan asal CT seluruhnya sama, yakni dari Manado dan diangkut menggunakan truk dicampur barang lain untuk mengelabui petugas. Diduga selain Balikpapan, sejumlah kota di Kaltim lainnya menjadi sasaran edar dari produsen miras ini.

“Ada dugaan dari Balikpapan juga distribusikan lagi ke kota lainnya,” ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana bersama Direktur Reskoba Kombes Pol Akhmad Shaury, Minggu (15/4). Akhmad menambahkan, dari penyelidikan, miras ini juga bakal didistribusikan ke Kalimantan Selatan (Kalsel). “Ini total nilainya Rp 400 juta, per karung Rp 2 juta. Diduga dikirim pula ke Kalsel,” ucapnya.

Terduga pemiliknya inisial RR, 43. Perannya mengantar miras tersebut dari Manado ke Balikpapan melalui jalur laut, kapal feri. Akhmad menambahkan, miras ditengarai bisa memicu perbuatan pidana. Seperti penganiayaan, pengeroyokan, hingga penikaman. Sebab, yang mengonsumsi menjadi tak normal.

Diketahui, Biro Operasi Polda Kaltim telah menggelar Pra Ops Antik (antinarkotika). Operasi ini selama 14 hari dimulai Kamis (12/4) lalu. Dengan sasaran utama peredaran dan penyalahgunaan miras serta narkotika.

Di kota asalnya, miras cap tikus merupakan minuman keras asal air pohon aren. Sebelum siap ditenggak, cairan ini terlebih dulu melalui sejumlah tahapan penyulingan. Semakin lama proses penyulingan yang dilakukan, kadar alkohol makin tinggi. Saat ini, cap tikus dijual bebas oleh para petani dan pedagang dengan harga Rp 15 ribu per kemasan. Ukuran botol besar air mineral. Sedangkan di Balikpapan harganya mencapai Rp 45-50 ribu per botol besar.

 

sumber berita