Kabar Kalimantan

Ria Norsan: Kader Golkar Solid Usung Midji-Norsan untuk Kalbar 2018

Satumandau – Ria Norsan  menepis isu negatif bahwa kader Golkar tidak solid. Sebagai  Bakal Calon Wakil Gubernur (Balon Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan menampik isu bahwa di tubuh Golkar Kalbar, para kadernya tidak menginginkan Sutarmidji yang menjadi Bakal Calon Gubernur. Mereka menginginkan Ria Norsan sebagai Bakal Calon Gubernur.

Pada awalnya, keinginan awal Partai Golkar memang ingin mengusung dirinya sebagai Calon Gubernur. Hal ini memang wajar, mengingat Ria Norsan memegang posisi penting di Partai Golkar, yaitu sebagai ketua DPD I Golkar Kalbar. Akan tetapi, partainya sudah melihat kondisi dan situasi yang terdapat di masyarakat.

Hasil survey yang dilakukan oleh partainya memperlihatkan bahwa Sutarmidji memperoleh presentasi yang cukup tinggi. Sementara Ria Norsan berada di bawah pak Sutarmidji. Hasilnya DPP Partai Golkar akhirnya memutuskan, berdasarkan hasil rekomendasi dari DPD Tingkat I Partai Golkar Kalimantan Barat, terkait penjaringan pemilihan gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023.

Untuk diketahui, Sutarmidji adalah Walikota Kota  Pontianak selama dua periode, sementara Ria Norsan adalah Bupati Kabupaten Mempawah juga telah menjalani jabatannya selama dua periode.

Disamping itu, juga sudah terdapat pembicaraan antara Partai Nasdem dan Partai Golkar ditingkat pusat. Sebagai kader partai yang tunduk kepada keputusan partainya maka para kader dan anggota tinggal mengikuti keputusan apa saja yang menjadi ketetapan Partai Golkar. Hal tersebut dituturkan olehnya pada Sabtu, 4 November 2017.

Partai Golkar telah melakukan rapat pleno sebelum mengambil keputusan ini. Dan hasil yang keluar setelah rapat pleno tersebut seluruh jajaran pimpinan DPD II se-Kalbar telah memperoleh suara bulat. Dari rapat tersebut partai menyampaikan bahwa Partai Golkar mengusung Sutarmidji sebagai Bacalon Gubernur Kalbar dan Ria Norsan sebagai Bacalon Wakil Gubernur Kalbar untuk Pilkada 2018.

Ria Norsan menuturkan bahwa beliau sudah menerima keputusan besar tersebut dengan lapang dada dan ikhlas. Hal ini pun sudah beliau sampaikan kepada seluruh jajaran kader dibawahnya bahwa tidak ada sedikitpun penyesalan dan lain sebagainya.

Seluruh kader Partai Golkar  sifatnya sudah menerima dengan tulus ikhlas. Pada intinya, Partai Golkar sudah satu suara, sebagai kader partai apa yang diputuskan DPP akan disukseskan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, begitu ditegaskan oleh beliau. [ ]