Politik

Revitalisasi Partai, Golkar Banjarbaru Rombak Kepengurusan

SATUMANDAU Revitalisasi partai sebagai upaya mewujudkan paradigma baru Partai dilakukan oleh Golkar Banjarbaru, dengan merombak kepengurusan partai tersebut. Hal tersebut berlangsung pada Senin (22/1/208) melalui penyelenggaraan Rapat Revitalisasi kepengurusan. Rapat ini dilakukan sebagai bagian dari reshuffle atau penggantian posisi dan juga untuk mengisi kekosongan pengurus.

Sebagaimana diketahui, ada beberapa bidang yang mengalami kekosongan, yang disebabkan karena berhalangan tetap, seperti meninggal dunia, pindah domisili ataupun beberapa pengurus yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebagai upaya mewujudkan visi dan misi partai. DPD II Partai Golkar Kota Banjarbaru melakukan pembaruan. Aspek pembaruan ditunjukkan melalui perubahan struktur atau kelembagaan. Aspek lainnya yang menjadi pertimbangan adalah aspek kesinambungan yang tampak pada kekokohan Partai Golkar untuk tetap berideologi Pancasila, serta doktrin karya dan kekaryaan yang diusung oleh partai.

Paradigma Baru Partai Golkar berisi pokok-pokok doktrin, visi, misi, dan platform politik telah mulai diwujudkan melalui pembaruan internal, terutama terhadap struktur atau kelembagaan organisasi yang selama ini mempunyai akses yang besar terhadap organisasi Partai Golkar. AR Iwansyah memimpin langsung rapat pleno revitalisasi. Ketua DPD Golkar Banjarbaru didampingi Sekretaris Adi Kartika dan Wakil Bendahara Hamdillah DPD Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam rapat tersebut, dipimpin, dan pengurus sebagai peserta rapat dengan suara bulat menyetujui menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Revitalisasi. Waktu yang diberikan adalah satu minggu kepada Tim untuk bekerja, dan hasilnya akan disampaikan ke DPD Golkar Provinsi Kalsel.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Haris memberikan masukan kepada Tim Revitalisasi, bahwa dalam menyusun dan mengisi komposisi kepengurusan hendaklah berdasarkan AD/ART Partai dan mengacu pada PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Taktercela).

Abdul Haris menambahkan,  ada dua bidang yang sangat penting yang untuk lebih selektif dalam menempatkan kader dibidang tersebut, yakni Bidang: Pemberdayaan Perempuan dan Kepemudaan dan Olahraga, Wakil Ketua Bidang itu seperti Bidang Pemberdayaan Perempuan, ex-offisio Ketua KKPG sedangkan Wakil Ketua Bidang Pemuda Olah Raga otomatis sebagai Ketua AMPG.

Dua bidang yang sangat bersentuhan langsung pada masyarakat dalam mendekatkan segala program partai yang tentunya ini orang yang ditempatkan benar-benar teruji aktifitasnya ditengah masyarakat hingga benar-benar teraplikasi ditengah-tengah masyarakat dan “Suara Golkar suara rakyat”. Menurut Abdul Haris, yang merupakan kader Golkar dari tahun 1987 mewakili ketiga Daerah: Kabupaten Kapuas, Barito Selatan dan Banjarbaru ini mengutip selogan Partainya.

AR Iwansyah menanggapi hal itu, sebagai partai politik modern yang demokratis, mandiri, berakar, terbuka dan bermartabat sehingga menjadi partai pilihan utama dan terkemuka yang mampu berperan aktif, dan banyak mempunyai kader-kader di organisasi sayap, pendiri dan yang didirikan. Sudah barang tentu Tim nantinya bekerja dalam mengakomodir menempatkan kader berdasarkan PDLT sehingga kepengurusan diisi oleh kader yang militan dapat mentercemahkan Visi dan Misi Partai, berorentasi pada Karya dan Kekaryaan dalam mengembangkan kehidupan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, pungkas AR Iwansyah mengakhiri rapatnya.

{ @@ }