Opini

Reformasi Pasar

Oleh: Eka Sastra*

SATUMANDAU Buku ini lahir dengan banyak kecemasan. Tetapi seperti kata pepatah “lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”, lebih baik melakukan kerja-kerja kecil untuk mengubah situasi yang ada ketimbang mengutuknya terus menerus. Sebatang lilin tidak akan mampu menerangi kegelapan yang begitu pekat, tapi setidaknya ia akan mampu memberikan pembeda antara yang gelap dan terang.

Semoga semakin banyak lilin yang dinyalakan oleh anak negeri yang peduli untuk membangun bangsanya dan
meningkatkan kesejahteraan warganya. Better Indonesia is Possible!

Bagi saya, jalan keluar dari konsentrasi bisnis serta penguasaan pasar yang dominan adalah bagaimana melakukan reformasi pasar dengan mendorong persaingan usaha yang sehat di antara para pelaku usaha. Ada tiga hal yang perlu direformasi terkait dengan agenda reformasi pasar (marketreform). Ketiga hal dimaksud yaitu:

(1) reformasi dari sisi kebijakan yang mendistorsi pasar,

(2) reformasi struktur industri – yang sebagian besar oligopoli – agar lebih kompetitif, dan

(3) reformasi perilaku pelaku usaha agar dapat menerapkan prinsip persaingan usaha dalam perilaku bisnisnya.

Tujuan dari pelaksanaan market reform ini adalah terwujudnya persaingan usaha yang sehat di Indonesia. Hanya dengan persaingan usaha yang sehat, akan lahir banyak pelaku usaha baru, sehingga akan tercipta persaingan yang membuat semua pelaku usaha berlomba dalam memperbaiki kinerja usahanya.

Para produsen akan meningkatkan kualitas barangnya, menghasilkan produk yang lebih baik, memperbaiki layanannya, dan yang lebih utama, membuat harganya bersaing. Dunia usaha akan semakin efisien dan inovatif dengan banyaknya pesaing yang pada akhirnya akan memperkuat struktur usaha domestik.

 

*Eka Sastra, Legislator DPR RI, Komisi VI Fraksi Partai Golkar, Sekjen Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG)