Kabar Kalimantan

Rapat Tidak Kuorum, Golkar Banjar Soroti Legislator ‘Malas’

SATUMANDAU – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan diduga sering “malas” mengikuti rapat paripurna yang sudah diagendakan sebelum pelaksanaannya.

Ketua DPRD Banjar Muhammad Rusli di Martapura, Selasa mengakui seringnya anggota DPRD yang tidak mengikuti rapat paripurna sehingga ditunda karena tidak memenuhi kuorum.

“Kami kecewa dan juga kesal karena seringnya anggota dewan yang tidak hadir dalam sidang paripurna padahal sidang sudah diagendakan sebelumnya,” ujar unsur pimpinan dewan itu.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar itu, sesuai jumlah anggota DPRD Banjar sebanyak 45 orang maka sidang bisa dilaksanakan apabila jumlahnya mencapai kuorum 30 orang.

Ditekankan, ketidakhadiran anggota dewan itu tidak terjadi satu atau dua kali tetapi sudah seringkali sehingga sidang paripurna yang harusnya dilaksanakan terpaksa dibatalkan.

“Seringkali, ruang sidang yang sudah dihadiri eksekutif baik bupati maupun pejabat lainnya terpaksa ditunda karena anggota dewan yang hadir tidak kuorum dan sidang dibatalkan,” ungkapnya.

Dijelaskan wakil rakyat beberapa periode itu, sebelum pelaksanaan sidang paripurna sudah disepakati melalui rapat badan musyawarah (bamus) sehingga rapat maupun sidang teragendakan.

“Kondisi yang terjadi saat ini sama saja anggota dewan memungkiri agenda yang sudah dijadwalkan sehingga terpaksa sidang diagendakan ulang dan kembali melalui rapat bamus,” ucapnya.

Dikatakan, sikap anggota dewan yang sering mangkir sidang paripurna sebagai sarana mengambil keputusan itu sama saja tidak menjalankan tugas pokoknya di lembaga legislatif.

“Soal penilaian mengenai anggota dewan yang sering tidak ikut sidang itu kami serahkan kepada calon pemilih pada pemilu legislatif 2019,” ujar politisi senior itu penuh diplomatis.

Salah seorang anggota DPRD Banjar Jum’ani juga kecewa atas sikap rekan-rekannya yang sering tidak menghadiri agenda sidang paripurna padahal sudah dijadwalkan sebelumnya.

“Saya pribadi jika sering mangkir atau tidak mengikuti sidang paripurna justru malu dan memilih tidak mencalonkan diri pada pemilu legislatif mendatang,” ujar politisi dari PKS itu.

sumber berita