Kilas Global

Proyek Belum Selesai, Kim Jong-Un Murka

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un marah-marah kepada para pejabatnya setelah melihat beberapa proyek pembangunan belum rampung. Foto/KCNA

 

SATUMANDAU – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un marah-marah dan memaki para pejabatnya ketika melihat beberapa proyek belum selesai. Kemarahan diktator muda Pyongyang dimulai saat dia menginspeksi sejumlah proyek di Hermit Kingdom.

Kim terkejut ketika melihat sejumlah proyek. Dia terdiam sejenak sebelum marah dan memaki para pejabatnya.

Kantor berita negara Korut, KCNA, dalam laporannya menyatakan Kim Jong-un kecewa selama melakukan kunjungan ke lokasi konstruksi Orangchon Power Station di wilayah timur laut Korut.

“Setelah pejabat memberi penjelasan kepadanya tentang proyek dan penundaannya, Kim menjadi sangat marah,” tulis media pemerintah tersebut yang dikutip AP, Rabu (18/7/2018) malam.

Kakek Kim, pendiri Korut Kim Il-sung, pada awalnya memberikan lampu hijau untuk pengerjaan proyek itu pada awal 1980-an. Tetapi pada hari Selasa, proyek itu 70 persen yang telah rampung.

“Dia menegur para pejabat terkemuka di kabinet karena meninggalkan proyek ke provinsi dan tidak memerhatikannya,” lanjut KCNA mengutip pernyataan pemerintah Kim.

Kim memerintahkan proyek Orangchon harus selesai pada Oktober mendatang.

Kemarahan Kim kepada para pejabatnya berlanjut saat dia mengunjungi ke kamp liburan Onpho, tempat mendiang ayah dan kakek Kim pernah menghabiskan waktu di masa lalu.

Menurut laporan KCNA, Kim merasa jijik dengan bak mandi air panas yang tampak kotor, suram dan tidak sehat. Kim dilaporkan menyebut bak mandi itu “lebih buruk dari tangki ikan”.

Dalam sebuah kunjungan ke pabrik tas Chongjin, Kim menyalahkan Komite Partai Provinsi Hamgyong Utara karena tidak menerapkan kebijakan resmi untuk membangun pabrik baru.

“(Komite) itu menawarkan bangunan kamar lusuh di Chongjin Regenerated Fibre Factory untuk basis produksi tas dan dengan demikian menyebabkan kecemasan besar bagi Kim Jong-un yang datang ke pabrik untuk belajar tentang produksi tas di daerah tersebut,” lanjut KCNA.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada akhir 2011, Kim yang saat ini berusia 34 tahun telah berjanji untuk meningkatkan standar hidup warganya. Para ahli percaya kemarahan terbaru Kim terhadap para pejabatnya dirancang untuk menunjukkan bahwa dia fokus pada ekonomi negara.

“Kim tampaknya percaya negaranya akan mampu menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan reformasi internal hanya setelah meningkatkan daya saing ekonominya. Dengan demikian, dia merinci secara baik hukuman berat dan dorongan selama kunjungan bimbingan lapangannya,” kata Yang Moo-jin, seorang profesor dari University of North Korean Studies, kepada kantor berita Yonhap.