Kabar Kalimantan

Progres Pembangunan Tol Pertama di Kalimantan

SATUMANDAU Sebagai jalan tol pertama di Kalimantan, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda saat ini sudah mulai berwujud.

 

Jalan tol dengan total panjang 99,35 kilometer (km) ini ditargetkan untuk bisa diselesaikan pada penghujung tahun 2018, sehingga dapat beroperasi penuh pada awal tahun 2019. (Foto: dok. Wika)

(Foto: dok. Wika)

Jalan tol dengan total panjang 99,35 kilometer (km) ini ditargetkan untuk bisa diselesaikan pada penghujung tahun 2018, sehingga dapat beroperasi penuh pada awal tahun 2019.

 

PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola jalan tol ini, melakukan segenap upaya percepatan agar memenuhi target yang telah ditentukan. (Foto: dok. Wika)

(Foto: dok. Wika)

PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola jalan tol ini, melakukan segenap upaya percepatan agar memenuhi target yang telah ditentukan.

 

Langkah percepatan dan pembangunan yang masif dibuktikan oleh progres pembangunan konstruksi yang terbilang positif, kata Direktur Utama PT JBS Arie Irianto. (Foto: dok. Wika)

(Foto: dok. Wika)

“Langkah percepatan dan pembangunan yang masif dibuktikan oleh progres pembangunan konstruksi yang terbilang positif,” kata Direktur Utama PT JBS Arie Irianto.

 

Hingga awal bulan Februari 2018, pembangunan konstruksi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda telah mencapai 48,48%, kata Direktur Utama PT JBS Arie Irianto. (Foto: dok. Wika)

(Foto: dok. Wika)

“Hingga awal bulan Februari 2018, pembangunan konstruksi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda telah mencapai 48,48%,” kata Direktur Utama PT JBS Arie Irianto.

 

Sejumlah permasalahan masih kerap ditemui di lapangan. Permasalahan utama yang ditemui di lapangan adalah mengenai pembebasan lahan khususnya di Seksi 4, dan terdapat sebagian trase jalan tol di Seksi 2 yang melalui kawasan hutan konservasi atau Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Suharto yang masih digarap warga. (Foto: dok. Wika)

(Foto: dok. Wika)

Sejumlah permasalahan masih kerap ditemui di lapangan. Permasalahan utama yang ditemui di lapangan adalah mengenai pembebasan lahan khususnya di Seksi 4, dan terdapat sebagian trase jalan tol di Seksi 2 yang melalui kawasan hutan konservasi atau Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Suharto yang masih digarap warga.

 

Sampai dengan tanggal 1 Februari 2018, progres pembebasan lahan telah mencapai 90,67%. (Foto: dok. Wika)

(Foto: dok. Wika)

Sampai dengan tanggal 1 Februari 2018, progres pembebasan lahan telah mencapai 90,67%.

 

Bagian yang menunjukkan perkembangan paling signifikan adalah Segmen 1 tol Balikpapan-Samarinda ruas Balikpapan-Simpang Samboja sepanjang 25 km. (Foto: dok. Wika)

(Foto: dok. Wika)

Bagian yang menunjukkan perkembangan paling signifikan adalah Segmen 1 tol Balikpapan-Samarinda ruas Balikpapan-Simpang Samboja sepanjang 25 km.

 

Jika sudah dioperasikan, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas biaya logistik karena distribusi barang antar dua kota tersebut menjadi lebih cepat. (Foto: dok. Wika)

(Foto: dok. Wika)

Jika sudah dioperasikan, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas biaya logistik karena distribusi barang antar dua kota tersebut menjadi lebih cepat. Pengguna jalan dapat memangkas total perjalanan 34 Km, sehingga berbanding lurus dengan efisiensi waktu perjalanan antara Balikpapan dan Samarinda, dari waktu tempuh semula menghabiskan 3 jam, nantinya dapat ditempuh hanya dalam waktu satu jam. Kontaktor pelaksana pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarindah adalah PT Wijaya Karya (WIKA) dan konsultan pengawas PT Yodya Karya.

 

sumber berita