Kabar Kalimantan

Produksi Industri Manufaktur Mikro-Kecil Kaltim Alami Kenaikan

SATUMANDAU Produksi industri manufaktur (pengolahan) skala mikro dan kecil di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan I-2018 mengalami kenaikan sebesar 43,20 persen (y-on-y) jika dibandingkan dengan triwulan I-2017. “Pertumbuhan produksi yang cukup baik ini karena banyak dipengaruhi oleh meningkatnya produksi bahan bangunan (bata maupun batako) seiring adanya perbaikan harga penjualan komoditas ini,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim Atqo Mardiyanto di Samarinda, Senin (7/5/2018)

Adapun jenis industri pengolahan mikro dan kecil yang mengalami kenaikan tertinggi adalah industri barang galian bukan logam yang naik 73,51 persen, industri pengolahan lain naik 42,94 persen, dan pakaian jadi naik 5,20 persen. Kemudian industri furnitur naik 4,40 persen, industri farmasi, produk obat kimia dan tradisional naik 3,86 persen, termasuk industri kayu, barang dari kayu, dan anyaman naik 3,03 persen.

Sedangkan jenis industri pengolahan mikro dan kecil yang mengalami penurunan adalah industri alat angkutan lain turun 67,17 persen, industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya turun 54,83 persen, serta industri makanan turun 2,94 persen.

Jika dibandingkan dengan triwulan IV/2017, lanjutnya, maka beberapa jenis industri manufaktur pengolahan mikro dan kecil yang mengalami kenaikan adalah industri percetakan dan reproduksi media rekaman naik 25,80 persen, industri kayu, barang dari kayu, barang anyaman naik 13,90 persen. “Kemudian industri barang logam bukan mesin dan peralatannya naik 13,40 persen, industri pakaian jadi naik 10,76 persen, dan industri furnitur naik 7,88 persen,” ucap Atqo.

Sementara itu, beberapa jenis industri pengolahan mikro dan kecil yang mengalami penurunan ketimbang triwulan IV/2017 antara lain farmasi, produk obat kimia dan tradisional turun 22,10 persen, industri tekstil turun 21,97 persen, dan industri barang galian bukan logam turun 3,51 persen.

 

sumber berita