Kabar Kalimantan

Politisi Golkar Kaltara : Sistem Zonasi PSB di Tarakan Perlu Diperbaiki

Satumandau – Penerimaan siswa baru (PSB) SMA tahun ajaran 2017-2018 menerapkan pola dan sistem baru, yaitu sistem zonasi. Sistem zonasi ini mendapat banyak keluhan dari masyarakat. Hal ini terungkat saat anggota DPRD Kaltara Siti Laela mengunjungi Tarakan.

Kunjungan dilakukan pada masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di Tarakan, yang dilakukan belum lama ini. Lebih lanjut, Laela mengatakan bahwa masyarakat di Bumi Paguntaka –sebutan Tarakan, masih merasa bingung dengan sistem zonasi. Lalu beliau memberikan contoh kasus yang mendapatkan perhatiannya. PSB dengan sistem zonasi yang penerapannya mulai tahun ini, ada lulusan salah satu SMP yang tidak diterima masuk SMA pilihannya. Padahal, lulusan SMP tersebut dari lingkungan sekitar SMA. Seharusnya yang diprioritaskan itu lulusan SMP dari lingkungan sekitar SMA. Dengan demikian mereka bersekolah tidak jauh dari tempat tinggalnya,” ujar politisi Golkar ini menuturkan pendapatnya (1/11).

Masalah di bidang pendidikan lainnya yang mendapatkan sorotan politisi Golkar Kaltara ini pun tidak hanya soal zonasi. Selain soal tersebut, beliau juga mengatakan bahwa masyarakat Tarakan menyampaikan aspirasi tentang perlunya penambahan ruang kelas baru (RKB) untuk SMA negeri. Tujuan dari adanya penambahan Ruang Kelas Baru ini agar pada kegiatan PSB tahun depan kuota siswa yang diterima lebih banyak. Lebih jauh ia menambahkan bahwa perihal kekurangan ruang kelas ini juga menjadi penyebab ada siswa yang tidak tertampung, ujar wakil rakyat yang juga wakil ketua Komisi IV DPRD Kaltara ini.

Aspirasi pendidikan lainnya yang ia tangkap adalah perihal beasiswa. Ia melanjutkan bahwa warga juga berharap alokasi beasiswa beprestasi ditambah. Apalagi, saat ini Pemkot Tarakan mengalami defisit anggaran sehingga diharapkan Pemprov Kaltara menambah alokasi anggaran beasiswa. Ini demi memacu semangat pelajar untuk terus berprestasi.

Aspirasi di luas bidang pendidikan juga terungkap pada saat kunjungannya menemui masyarakat Tarakan. Beliau mengatakan, selain soal pendidikan, masyarakat juga meminta pembangunan jalan dituntaskan. Seperti warga di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat. Karena saat ini di beberapa titik kondisi jalan di kelurahan tersebut masih agregat. Itu kan artinya proyek tersebut belum tuntas alias nanggung, jadi masyarakat minta diselesaikan,” jelasnya. Persoalan lain yang diperolehnya dari masyarakat yaitu terkait pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah yang jauh dari rumah sakit agar lebih memaksimalkan pelayanan puskesmas pembantu. Aspirasi lainnya terkait kebutuhan air bersih dan listrik. [ ]