Kabar Kalimantan

Polemik Pembangunan Masjid Kinibalu, Ini Tanggapan Legislator Golkar Kaltim

SATUMANDAU – Polemik pembangunan masjid milik Pemprov Kaltim di Lapangan Kinibalu yang terus berlanjut. Kini proyek itu mendapat sorotan dari anggota DPRD Kaltim.

Legislator Golkar DPRD Kaltim Rita Artaty Barito menanggapi hal tersebut.. Dia menegaskan, penolakan yang disampaikan warga yang berada di sekitaran Lapangan Kinibalu bukan tanpa alasan. Warga yang coba menghalangi pembangunan masjid itu sebut Rita punya dasar. Berdasarkan komitmen yang disepakati beberapa waktu lalu dalam pertemuan, pembangunan dihentikan sementara sebelum adanya izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemkot Samarinda.

“Tapi yang pura-pura tidak tahu, atau sengaja melanggar aturannya itu siapa? Saya katakan pemerintah, dalam hal ini yang memerintahkan tetap berjalan bangunan itu adalah ya gubernur,” sindir politisi Golkar ini.

Menurut dia, keadilan terkait pembangunan itupun tidak berpihak kepada masyarakat. Pemprov Kaltim dianggap menjadi contoh buruk dalam penerapan aturan. “Warga sekarang mau minta keadilan dengan siapa kalau begini? Semua tahu, kalau tidak ada izin keluar (IMB), maka tidak boleh dibangun. Ini malah dibangun tanpa IMB,” ujar Rita dengan kesal. “Apa kata masyarakat? Ternyata keadilan itu hanya milik orang menengah ke atas saja, tapi rakyat kecil tidak didengar. Coba kalau masyarakat yang begitu?” sambungnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, protes keras warga terkait pembangunan masjid milik Pemprov Kaltim di Lapangan Kinibalu berujung perkara. Kamto, pria yang sudah bertahun-tahun tinggal di sekitar lokasi pembangunan masjid ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian.

Saefuddin Zuhri, politisi Nasdem, meminta, baik Pemprov Kaltim maupun masyarakat tetap menjaga suasana agar tidak kian memanas.

Adanya penolakan warga terhadap pembangunan masjid yang berujung penangkapan oleh pihak kepolisian ikut ditanggapi oleh asal Samarinda ini. Dia menyesalkan tindakan aparat yang seyogianya mengayomi masyarakat. “Di sisi lain juga harus dilihat. Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pihak aparat. Sebab, apakah ada tindakan anarkis dari warga yang melakukan protes atau seperti apa,” ujar pria yang akrab disapa Zuhri ini.

Pun demikian, politikus Partai NasDem ini meminta polemik tersebut harus segera dihentikan dan dicarikan solusi. Dia menjelaskan, setelah pertemuan antara DPRD Kaltim, warga, dan pihak pemerintah DPRD merekomendasikan agar pembangunan masjid Pemprov Kaltim di Lapangan Kinibalu dihentikan sementara.

“Betul itu rekomendasi dari DPRD Kaltim. Nah sekarang pertanyaan apakah rekomendasi itu sudah dikirim dan sampai kepada pihak-pihak yang terkait secara resmi atau belum. Ini juga tentu harus menjadi perhatian kita bersama,” beber Zuhri.

sumber berita