Kabar Kalimantan

Pilkada Tarakan, Golkar Resmi Usung Badrun

SATUMANDAU Berita tentang Pilkada Tarakan, Partai Golkar Akhirnya resmi usung Badrun. Akhirnya desas-desus yang telah lama berhembus itu menjadi berita resmi.

Setelah lama ditunggu, akhirnya berita baik bagi Badrun datang juga. Partai Golkar resmi menjadi kendaraan politik baginya, sang Sekretaris Provinsi Kaltara. Badrun akan diusung sebagai calon walikota untuk berkompetisi di Pilwali Tarakan. Partai Golkar tidak hanya memberikan rekomendasi, tapi juga SK terkait pencalonan dirinya.

Pada Minggu (26/11/2017) Badrun bersama Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Tarakan Tigor Nainggolan bertolak ke Jakarta, menuju kantor DPP Partai Golkar untuk mengambil SK. Bersama dengan Tigor Nainggolan akan menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Ketua DPD Golkar Tarakan maupun DPD Golkar Provinsi Kaltara.

Badrun mengatakan bahwa dirinya sudah beberapa waktu mendengar keputusan Partai Golkar untuk memantapkan hati mengusung dirinya. Pengusungan ini setelah melalui proses yang panjang mulai dari pengusulan hingga pengusungan. Namun memang secara resmi, SK dari Partai Golkar baru diterbitkan pada Sabtu (25/11/2017).

Kelegaan jelas terpancar dari Badrun. Hal yang wajar, karena artinya dukungan Partai Golkar kepadanya sudah final dan tidak akan mengalami perubahan lagi. SK itu pun akan menjadi modal berharga bagi beliau untuk melakukan komunikasi politik dan membangun koalisi dengan partai lain.

Menanggapi dukungan Partai Golkar yang sudah ditangannya, dirinya merasakan optimisme yang cukup besar. Rasa optimisme bahwa dirinya mampu mendapatkan tambahan partai untuk memenuhi syarat pencalonannya. Walaupun optimis, namun tetap mengungkapkan keengganannya untuk menyebutkan partai-partai tersebut.

Walaupun SK sudah keluar, namun masih menyisakan pertanyaan. Yaitu, siapakah yang akan menjadi pasangan sang calon di pilkada nanti. Sang calon pun mengungkapkan bahwa dirinya belum membaca langsung isi SK Partai Golkar tersebut. Ada dua asumsi terkait SK tersebut. Pertama, mengusung satu paket dengan pasangannya. Kedua, apakah SK tersebut hanya berupa dukungan semata.

Menurut pengakuan Sekprov Kaltara ini, Partai Golkar memberinya kewenangan untuk menentukan calon wakilnya sendiri. Berita tentang terbitnya SK pengusungan juga dibenarkan oleh pihak Partai Golkar Tarakan. Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Tarakan, Tigor Nainggolan, mengatakan bahwa  sebenarnya SK itu sudah terbit. Namun, belum ada waktu untuk mengambil SK tersebut secara langsung.

Setelah Partai Golkar menerbitkan SK tersebut, Tigor Nainggolan kembali menegaskan. Bahwa dukungan Partai Golkar ke Sekprov Kaltara ini sudah bulat. Namun, mantan anggota DPRD Tarakan ini belum dapat memberikan kepastian isi SK tersebut. Tigor memperkirakan kemungkinan SK tersebut belum memastikan satu paket dengan pasangan calon yang diusung.

Badrun

Tigor Nainggolan

Terbitnya SK dari Partai Golkar Menurut Tigor, merupakan bentuk kepercayaan Partai Golkar kepada Badrun. Badrun sudah menjamin bisa mendapatkan partai tambahan sehingga meyakinkan partainya mengeluarkan SK. Namun, Tigor menyerahkan sepenuhnya kepada beliau partai apa yang akan berkoalisi dengan Partai Golkar.

Tentang kepastian siapa yang akan menjadi pasangan Badrun, partai koalisi akan membahasnya. Menurut Tigor, pembahasan tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan partai koalisi lainnya. Tigor cukup yakin bahwa sang Sekprov Kaltara tersebut mampu melakukan komunikasi politik yang baik untuk menggandeng partai lain berkoalisi.

Ketika disinggung tentang kemungkinannya dipasangkan dengan badrun, bagaimana jawaban Tigor? Secara logika, memang cukup masuk akal. Bila Tigor dipasangkan dengan Badrun, maka dirinya akan mewakili kader Golkar. Namun, Tigor tidak mau berspekulasi karena belum mendapatkan instruksi dari pimpinan pusat. Untuk sementara waktu, bentuk arahan hanya untuk mendukung calon yang diusung Partai Golkar.

Tigor hanya memberikan penegasan bahwa dirinya siap lahir batin jika memang diminta oleh Partai menjadi pendamping Badrun. Tigor mengatakan siap melakukan titah apaun dari Partai Golkar.

Calon lain yang juga masuk radar sebagai pendamping Badrun adalah Ince A Rifai. Sosok ini terlihat makin mesra ketika menghadiri pelantihkan pengurus Kosgoro Kaltara di Swiss-Bellhotel Tarakan, Jumat (24/11) malam. Menanggapi berita bahwa dirinya menjadi calon pendamping, Ince A Rifai belum mau membenarkan kabar tersebut. Pensiunan polisi ini hanya mengungkapkan bahwa niatnya untuk maju tetap ada.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono memberikan keterangan terkait pencalonan Badrun. Agung Laksono menjelaskan bahwa  keputusan partainya mengusung Badrun sudah bulat. Mesin partai tetap berjalan walau kondisi Ketua Umum Partai Golkar sedang dilanda persoalan hukum.

Agung laksono menambahkan bahwa keputusan hanya bisa berganti apabila elektabilitas Badrun menurun di sisa waktu pendaftaran atau berhalangan tetap. Jika tidak ada perubahan, akan tetap berjalan sesuai keputusan yang sudah ada. Keputusan partai terkait pilkada dan internal partai akan diteruskan oleh Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum.

Mengenai wakil calon yang diusung, Agung Laksono menyerahkan kepada calon untuk memilih. Agung Laksono menyatakan pasangan Badrun tidak harus dari kader Partai Golkar. Sosok wakilnya akan disesuaikan juga dengan kesepakatan bersama partai-partai koalisi. Agung Laksono berharap secepatnya ada keputusan terkait pasangan yang mendampingi Badrun. Dengan demikian, sosok calon wakil juga mampu mengangkat elektabilitas pasangan yang diusung Golkar. Bila hal itu terjadi, maka secara keseluruhan mampu mengangkat elektabilitas pasangan tersbut sehingga probabilitas kemenangan pun menjadi semakin besar. [###]