Kabar Kalimantan

Pilkada Palangka Raya, Golkar Rangkul Demokrat

SATUMANDAU Menghadapi pilkada Palangka Raya, Partai Golkar coba rangkul Partai Demokrat. Hal ini mencuat setelah calon dari Partai Golkar ditinggalkan bakal calon (balon) Wakil Walikota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), yaitu petahana, Mofit Saptono. Sebagaimana diketahui, Mofit Saptono bersama Ibnu AS  mencoba mendapatkan surat rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Walaupun mendapatkan cobaan gelombang politik, Fairid Naparin, dikabarkan langsung cari penggantinya. Fairid Naparin adalah bakal calon (balon) Walikota Palangka Raya yang diusung Partai Golkar. Kabarnya, sosok ini langsung menggandeng Umi Mastika Srio Sako sebagai balon Wakil Walikota Palangka Raya. Umi Mastika Srio Sako merupakan kader Partai Demokrat yang saat ini duduk di kursi legislatif Kalteng.

Fairid Naparin tidak meratapi langkah yang dilakukan oleh Mofit Saptono terhadap dirinya. Baginya, hal itu adalah bagian dari proses politik. Pihaknya tetap optimistis dalam mengikuti proses Pilkada mendatang. Tidak ada istilah berputus asa dalam kamus politik politisi muda Partai Golkar ini. Perihal yang terjadi selama ini merupakan sebuah perjalanan dan konsekuensi dari dinamika politik. Fairid Naparin mengatakan, apapun yang menjadi keputusan orang lain terhadap sebuah konsekuensi yang ada, ikhlas dan tawakal tetap menjadi kunci utama perjuangan memenangkan Pilkada mendatang.

Fairid Naparin ikhlas terhadap apapun keputusan pihak lain. Yang penting tetap semangat dan terus berjuang. Pasti akan ada hal-hal yang terbaik dalam setiap keputusan. Dinamika politik harus dihargai dan dilaksanakan oleh para pegiatnya. Fairid Naparin tetap percaya diri. Ditambah dengan bekal dari Partai Golkar yang memiliki 4 kursi di DPRD Kota Palangka Raya.

Sepertinya jumlah kursi Golkar menjadi dasar kepercayaan diri bagi Fairid. Jumlah kursi Partai Golkar di DPRD Kota Palangka Raya sudah cukup bagi Partai Golkar untuk melangkah menghadapi Pilkada Palangka Raya 2018 nanti. Ditambah bila Partai Golkar Palangka Raya juga disebut-sebut telah menggandeng Partai Amanat Nasional (PAN) untuk berkoalisi.  [ ### ]