Politik

Pilkada Kalteng, Golkar Minta Jaga Persatuan dan Hindari SARA

SATUMANDAU Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung di Provinsi Kalteng, Tokoh Golkar provinsi tersebut minta agar segenap masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan menghindari isu SARA.  Sebagai informasi, Kalimantan Tengah (Kalteng) adalah provinsi penyelenggara pilkada terbanyak di tahun 2018. Tercatat, total ada 11. Dari total 15 kabupaten dan kota di Kalteng, tercatat, total ada 11 pilkada kabupaten atau kota di wilayah Provinsi Kalteng dan menggelar pemilihan bupati/wali kota pada 2018.

Abdul Razak mengatakan bahwa boleh saja ada perbedaan dukungan antar pendukung pasangan calon, namun hendaknya tetap menjaga persatuan dan kesatuan. ” kita boleh beda dukungan namun persatuan dan kesatuan adalah untuk kita semua, selama itu untuk orang banyak mari kita bersama untuk menjaga dan memeliharanya,” ungkap politisi Golkar senior ini.

Ir.H.Abdul Razak, yang memiliki posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan jika ada permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan pilkada sebaiknya dapat diselesaikan di tempat saja tidak harus sampai ke MK. “Alangkah baiknya jika dapat diselesaikan ditempat saja,” demikian kata Abdul Razak. Pada Selasa (16/1/2018), dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Razak menghadiri acara penanda tanganan kerjasama antara Polda Kalteng dengan Bawaslu setempat terkait pelaksanaan Pilkada.

Tokoh senior Partai Golkar Kalteng ini mengatakan bahwa konflik bukan hanya merugikan diri sendiri tapi juga merugikan banyak pihak. Jadi lebih baikmenghindari konflik, dan menyerahkan permasalahannya kepada apparat yang berwajib. “oleh karena itu jika ada timbul permasalahan yang sangat riskan, kita serahkan penanganannya kepada aparat dalan hal ini Polda Kalteng sebagai lihai yang bisa mengatasi masalah tersebut karena polisi adalah penegak hukum.” Demikian saran Abdul Razak.

Abdul Razak menambakan, bahwa yang lebih penting adalah dengan membicarakan permasalahan yang timbul secara bersama-sama, bersatu padu untuk bisa membuat ke sepakatan perdamaian. “dengan ucapan satu hati agar pilkada di Kalteng bisa damai,” demikian imbau legislator Golkar ini. Terkait isu SARA, Abdul Razak mengharapkan hal tersebut untuk dapat dihindari, dan berharap agar jangan sampai terjadi. Isu SARA tersebut jangan timbul karena perbedaan dukungan saja. Lebih baik beradu program untuk kesejahteraan rakyat ketimbang memaksakan kemenangan dengan cara negatif. [***]