Politik

Pilgub Kaltim, Makmur HAPK Tegaskan Golkar Solid Menangkan Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail

SATUMANDAU – Menghadapi Pilgub Kaltim, Makmur HAPK tegaskan bahwa Partai Golkar solid, baik ditingkat provinsi sampai tingkat kabupaten di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Ketua Harian Golkar Kaltim ini menyatakan jika persiapan memenangkan pasangan calon Andi Sofyan Hasdam dan Nusyirwan Ismail (AnNur) terus berjalan dengan baik.

Sosok mantan Bupati Berau dua periode ini mengatakan Golkar Kaltim solid dan meminta kepada semua pihak termasuk kader Partai Golkar untuk menghilangkan istilah saling ‘kotak-mengkotak’ kan lagi di internal Partai Golkar. Makmur HAPK menegaskan, bahwa seluruh kader Partai Golkar di Kaltim harus mendukung pasangan ke AnNur, tanpa terkecuali.

Makmur HAPK meminta para kader untuk tetap solid dan tetap sejalan. “Saya secara pribadi meminta kepada seluruh Kader Golkar yang ada di Kaltim, kita solid dan jangan ada lagi keluar kata-kata kita tidak sejalan,” demikian kata Makmur HAPK. Seluruh kader hendaknya agar menunjukkan loyalitas ke partai. Makmur mengingatkan jasa-jasa partai yang telah membesarkan nama kader di Kaltim. Partai Golkar besar, karena Golkar adalah  partainya rakyat Indonesia.

Menurut politisi senior Golkar Berau ini, istilah terkotak-kotak mengindikasikan bahwa kader Golkar terbelah. Drinya tidak memberikan penjelasan  yang pasti perihal penyebab terbelahnya. Namun, untuk selanjutnya, Makmur HAPK menegaskan bahwa dirinya tidak mau lagi mendengar atau membaca, baik itu secara langsung maupun tidak langsung, baik itu di media masa, berita daring (online) ataupun lainnya tentang hal tersebut.

Tokoh Golkar Berau ini mengingatkan pesan mantan Ketua Golkar Kaltim, Rita Widyasari, bahwa siapapun yang maju di Pilgub Kaltim adalah kader terbaik. “Seperti pesan yang disampaikan oleh Ibu Ketua Umum Rita Widyasari, siapapun yang maju di Pilgub Kaltim merupakan kader terbaik Golkar. Mari kita dukung, jangan ada kata lagi terkait perpecahan. Golkar satu dan tidak ada perpecahan bahkan kotak mengkotak,” demikian Makmur HAPK mengingatkan untuk tetap solid dan total mendukung Partai Golkar.

Makmur mengatakan bahwa perpecahan tersebut merugikan Golkar. “Itu merugikan partai dan AnNur yang saat ini menghadapi pertarungan di Pilkada Kaltim 2018,” demikian Makmur HAPK menjelaskan. Harapannya, kejadian yang sudah terjadi biarlah menjadi sebuah pembelajaran politik. Dengan demikian, hal tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dan pendewasaan dalam berpolitik. [ / ]