Politik

Pilgub Kaltim, Cerita Dibalik Tidak Majunya Makmur HAPK Jadi Cagub Golkar

SATUMANDAU Banyak cerita menjelang penutupan pendaftaran pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada 2018. Salah satu cerita yang muncul biasanya terkait dengan sosok yang gagal diusung oleh partai, padahal sebelumnya sudah banyak diprediksikan untuk maju. Atau sebaliknya, tidak diprediksikan, malahan maju bertarung sebagai pasangan calon.

Sebagaimana diketahui, pada Pilgub Kaltim, Golkar resmi mengajukan pasangan Andi Sofyan Hasdam, Plt Ketua Golkar Kaltim berpasangan dengan Nusyirwan Ismail. Namun, sebelum pasangan ini resmi diajukan, ada beberapa nama kuat yang muncul. Dikalangan internal Golkar Kaltim, dua nama yang beradu kuat adalah Andi Sofyan Hasdam dan Makmur HAPK. Arus dukungan dari DPD seantero Kaltim pun banyak mengalirkan support kepada Makmur HAPK. Namun, akhirnya DPP Golkar mengajukan Andi Sofyan Hasdam. Nah, apa yang sebenarnya terjadi?

H Mustafa mencoba memberi penjelasan untuk mencegah berkembangnya kabar miring di kalangan internal kader Partai Golkar. Ketua Umum DPD Golkar Kabupaten Berau ini mengungkapkan, perihal tidak terpilihnya Ketua Harian DPD Golkar Kaltim, H Makmur HAPK ke Pilgub Kaltim 2018 bukan karena ada faktor persaingan yang tidak sehat. Menurut H Mustafa, penyebab Makmur HAPK tidak diajukan oleh DPP Partai Golkar karena memang berasal dari keinginan Makmur sendiri, yang menganggap dirinya belum siap untuk berjibaku pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Politisi Golkar Berau ini menjelaskan pada Selasa (9/1/2018), sebelumnya Makmur HAPK merupakan calon kuat karena sudah mendapat dukungan dari hampir seluruh pengurus DPD Golkar tingkat kabupaten dan kota. Menurut Cak Mus, panggilan akrab H Mustafa, para pengurus DPD II telah memberikan amanat kepada Makmur HAPK untuk maju memperebutkan posisi puncak di Provinsi Kaltim.

Cak Mus melanjutkan penjelasannya. Tidak hanya bentuk dukungan dari pengurus, bahkan sudah sampai ‘paksaan’ kepada Makmur untuk maju karena sudah mendapat amanat dari Rita Widyasari, mantan Ketua Golkar Kaltim yang saat ini mendekam di balik jeruji KPK. Walaupun sudah mendapat dukungan begitu besar, Makmur HAPK tetap pada pendiriannya. “Kami semua kehabisan kata-kata untuk meyakinkan pak Makmur, kami juga bilang betapa ibu Rita kecewa yang sudah menitipkan amanatnya ke Pak Makmur. Namun, beliau tetap saja menyatakan kalau dirinya belum siap,” demikian cerita dari H Mustafa.

Bahkan, Hetifah Sjaifudian, sosok politisi Golkar yang merupakan legislator di DPR RI pun turut mencoba meyakinkan Makmur HAPK untuk maju. H Mustafa melanjutkan, bahwa pada kesempatan itu, Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa DPP belum memutuskan siapa yang akan diusung hingga detik terakhir. Banyak pihak yang masih sangat mengharapkan Makmur HAPK untuk maju.

Sekitar satu jam lamanya Hetifah mencoba meyakinkan bahkan menyarankan agar Makmur HAPK mengirim pesan singkat ke DPP yang isinya sanggup untuk dicalonkan sebagai Cagub Golkar. “Bu Hetifah sudah menyarankan seperti itu, tinggal SMS saya sanggup, maka SK Insya Allah bisa ke pak Makmur. Tapi sepertinya upaya tersebut gagal dan pak Makmur bulat dengan argumennya sendiri dan terakhir tidak bersedia. Beliau hanya ingin fokus di DPD tingkat 1 saja,” demikian cerita dari H Mustafa.

Sebagaimana diketahui, akhirnya Partai Golkar mengeluarkan rekomendasi kepada Andi Sofyan Hasdam untuk maju dalam sebagai Calon Gubernur Kaltim. Berdasarkan keputusan tersebut, akhirnya Partai Golkar dan Nasdem mengusung Andi Sofyan Hasdam berpasangan dengan Nusyirwan Ismail. Pasangan tersebut, menurut H Mustafa merupakan kader terbaik pilihan partai.

H Mustafa mengajak para kader Partai Golkar Kaltim untuk memenangkan pasangan Andi Sofyan Hasdam – Nusyirwan Ismail. Pasangan ini adalah pasangan resmi dan  selayaknya didukung penuh oleh kader  dan tidak perlu menjadikan suasana partai menjadi keruh.“Kita siap memenangkan pasangan yang diusung oleh Partai Golkar saat ini, mengingat itu pilihan partai dan merupakan kader terbaik partai,” demikian tegas H Mustafa. Walaupun menolak untuk maju dalam pencalonan, namun H Mustafa tetap menghormati keputusan Makmur HAPK dan mendoakan semoga keputusan ini membawa kebaikan bagi kemajuan Golkar.

 

[ ### ]