Kabar Kalimantan

Pertamina Klaim Telah Bersihkan 11 Kelurahan dari Tumpahan Minyak

Untuk jangkauan 76 sampai 100% artinya sudah tidak terlihat film dan sisa minyak di perairan, bibir pantai.

 

SATUMANDAU – PT Pertamina (Persero) menyatakan 11 kelurahan telah bersih dari dampak tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Itu merupakan hasil kerja tim verifikasi yang terdiri perwakilan Pemerintah Kabupaten / Kota, Dinas terkait, Pertamina dan perwakilan masyarakat.

Region Manager Communication & CSR Kalimantan Pertamina Yudy Nugraha mengatakan ada beberapa aspek yang dinilai oleh tim verifikator dalam memastikan tumpahan minyak sudah bersih total. Mereka menilai penampakan minyak di perairan dan di darat, dampak minyak yang terdapat di lokasi yang dipantau, serta menilai kondisi kebersihan di area yang dipantau sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Seorang petugas kepolisian menuangkan minyak ke gayung saat membersihkan Pantai Banua Patra dari minyak yang memenuhi pesisir pantai di Balikpapan, Kaltim, Senin (2/4). Pasca kebakaran pipa minyak bawah air Balikpapan-Penajam Paser Utara di Teluk Balikpapan (ANTARA FOTO/SHERAVIM)

 

Hingga Selasa (17/4), tercatat hasil verifikasi  dari 13 Kelurahan di Kota Balikpapan, delapan kelurahan telah dinyatakan 100% bersih dari tumpahan minyak. Sementara di Kabupaten Penajam Paser Utara, tiga kelurahan statusnya 100% bersih dari tumpahan minyak. Namun, masih tersisa 17 kelurahan yang akan dilakukan proses pemantauan kebersihan.

Selain itu secara paralel, Pertamina dan pemerintah juga melaksanakan pengujian baku mutu air pascapembersihan. Tujuannya untuk memastikan apakah air tersebut tercemar atau tidak serta menentukan area yang masih perlu dilakukan pembersihan dan identifikasi peralatan yang dibutuhkan.

Setelah pembersihan dianggap selesai, kondisi kebersihan akan diverifikasi kembali dan untuk memastikan bahwa target tersebut sudah tercapai. “Tim Verifikasi yang sudah turun dari 10 April akan terus berupaya mencapai target akhir dari kegiatan pembersihan ini yaitu adalah mencapai prosentase kebersihan 100%,” kata Yudy berdasarkan siaran resminya yang diterima Katadata.co.id, Rabu (18/4).

Sebagai informasi, pipa milik Pertamina yang mengalirkan minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe ke Kilang RU V putus pada Sabtu 31 Maret lalu. Akibatnya minyak tumpah ke perairan Teluk Balikpapan dan menyebabkan kebakaran. Minyak yang tumpah diperkirakan 40.000 barel atau setara 4.000 ton minyak. Menurut The International Tanker Owner Pollution Federation, tumpahan minyak di atas 700 ton termasuk kategori tingkat besar.

 

sumber berita