Kabar Kalimantan

Paslon YAS yang Diusung Golkar dan PKB Ditolak MK, Paolus Hadi-Yohanes Ontot Menangkan Pilkada Sanggau

SATUMANDAU – KPU Kabupaten Sanggau akhirnya menetapkan Paslon Nomor Urut 2, Paolus Hadi-Yohanes Ontot (PH-YO) sebagai bupati dan wakil bupati Sanggau terpilih hasil Pilkada Sanggau tahun 2018. Penetapan lewat pleno terbuka itu dilakukan KPU setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan yang diajukan Paslon Nomor Urut 1, Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason (YAS).

“Iya, besok KPU akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan calon bupati dan wakil bupati Sanggau periode 2018-2023. Pleno akan berlangsung di gedung DPRD Sanggau,” kata Ketua KPU Kabupaten Sanggau, Sekundus Ritih dihubungi Suara Pemred via seluler, Minggu (12/8).

Dalam rapat pleno tersebut, KPU akan menetapkan Paolus Hadi-Yohanes Ontot sebagai bupati dan wakil bupati Sanggau terpilih.

“Kenapa baru tanggal 13 Agustus ditetapkan, karena kami menunggu putusan MK terhadap gugatan yang diajukan paslon nomor urut 1,” terang Sekundus.

Ia menambahkan, sesuai aturan KPU berkewajiban melakukan pleno paslon terpilih maksimal tiga hari kerja sejak putusan MK diucapkan.

“Undangan sudah kita sebar, kedua paslon juga kita undang,” ujar Sekundus. Dengan ditetapkannya PH-YO sebagai bupati dan wakil bupati Sanggau terpilih, berarti tahapan Pilkada Sanggau 2018 berakhir.

“Setelah pleno, selanjutnya kami menyerahkan ke DPRD dan gubernur untuk melanjutkan pada proses pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih yang sudah kami tetapkan,” tukas Sekundus.

Sekedar informasi, Pilkada Sanggau tahun 2018 hanya diikuti dua paslon, yakni paslon petahana, Paolus Hadi-Yohanes Ontot dan penantangnya, Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason.

Paslon petahana yang mendapat nomor urut 2 diusung 8 partai politik yakni PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Gerindra, PAN, PKPI dan PPP. Sementara paslon YAS yang mendapat nomor urut 1 diusung dua partai politik yakni Golkar dan PKB.

Berdasarkan pleno terbuka rekapitulasi yang dilakukan KPU pada awal Juli lalu, paslon petahana meraih suara tertinggi sebesar 134.785 suara atau 57,13 persen. Sedangkan penantangnya, memperoleh 101.164 suara atau 42,87 persen.

sumber berita