Kilas Global

Otoritas Singapura Hukum WN Vietnam Penyelundup Cula Badak

SATUMANDAU – Pihak Otoritas Singapura telah menjatuhi hukuman kepada seorang warga negara Vietnam yang dituduh berusaha menyelundupkan cula badak ilegal melalui bandara. Pria warga negara Vietnam itu diketahui bernama Nguyen Vinh Hai (29).

Sebelumnya, WN Vietnam itu ditangkap enam bulan lalu saat transit di bandara Changi di Singapura dalam perjalanan dari Dubai menuju Laos pada 31 Agustus 2017. Pada sat itu, Otoritas Pertanian Makanan dan Hewan (AVA) Singapura menemukan delapan potong tanduk dan sekantong serpihan tanduk setelah barang bawaannya diperiksa. Berita terakhir, pada Senin (26/2/2018) diketahui bahwa Nguyen Vinh Hai telah dijatuhi hukuman penjara 15 bulan atas penyelundupan itu, dengan masa tahanan dihitung sejak 6 September 2017.

Setelah pihak Otoritas Singapura melakukan investigasi dan analisis DNA, diketahui potongan tanduk tersebut merupakan cula dari spesies badak yang terancam punah dan dilindungi berdasar Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka dan Flora Fauna Liar (CITES). AVA Singapura telah bekerja sama dengan Bea Cukai serta Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyelundupan tersebut.

Sebagai informasi, di Singapura, tindakan impor, ekspor secara ilegal, transit, kepemilikan, penjualan, penawaran dan mengiklankan di muka publik barang-barang yang berasal dari spesies satwa liar yang dilindungi merupakan bentuk pelanggaran berat. Disampaikan AVA, jika terbukti bersalah, maka pelaku dapat diancam denda hingga 500.000 dolar Singapura (sekitar Rp 5 miliar) dan atau penjara hingga dua tahun, dan barang yang dilarang akan disita. [ **** ]