Politik

Nah Ini! Tiga Kader Golkar Cagub Kaltim  

SATUMANDAU Berdasarkan hasil Rapat Pleno DPD I dan II, Golkar Kaltim Sepakat Usung Kader Internal. Nah tiga kader Golkar Kaltim tersebut dianggap potensial untuk diusung pada ajang Pilgub Kaltim 2018. Berdasarkan informasi, hasil Rapat Pleno DPD-DPD II Partai Golkar se Kaltim bakal diserahkan ke DPP Partai Golkar, Kamis (4/1) malam. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kutai Barat, Zainuddin, mengemukakan langkah tersebut berdasarkan kesepakatan pleno yang berlangsung di Jakarta beberapa hari lalu.

Zainuddin ditunjuk sebagai wakil sekaligus juru bicara DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota se Kaltim. Berdasarkan hal tersebut, Zainuddin memiliki tugas dan kewenangan menyampaikan hasil pleno ke media. Menurut penjelasannya, hasil rapat telah menetapkan pasangan calon dari Partai Golkar yang akan diusulkan maju di Pilgub Kaltim 2018. Sebelumnya, Zainuddin juga menyerahkan berkas formulir pendaftaran Makmur HAPK. Formulir tersebut diserahkan kepada Anggota Tim Pilkada Partai Golkar Kaltim, Abdurrahman Alhasni.

Andi Sofyan Hasdam selaku Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Golkar Kaltim menggantikan Rita Widyasari memimpin langsung rapat  yang berjalan alot tersebut. Dalam rapat dibahas sejumlah bakal calon gubernur yang diusulkan seperti Andi Sofyan Hasdam dan Makmur HAPK. Selain dua nama kuat tersebut, juga ada sejumlah nama lain yang muncul, antara lain Rusmadi Wongso (Sekretaris Provinsi Kaltim) dan Yusran Aspar (Bupati Penajam Pasir Utara).

Yang cukup mengejutkan, menjelang penetapan pasangan calon, muncul satu nama baru yang sebelumnya jarang disebutkan, yaitu Hetifah Sjaifudian. Sosok politisi perempuan ini duduk sebagai legislator anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang mewakili Dapil Kaltim-Kaltara. Nama Hetifah Sjaifudian adalah sosok politisi perempuan yang dinamis serta potensial. Beliau diakomodasikan sebagai kandidat yang akan menempati posisi bakal calon wakil gubernur Kaltim.

Menariknya lagi, Partai Golkar melalui DPD II mengusulkan untuk mengusung dua kader sebagai pasangan calon. Zainuddin pun tidak membantah hal tersebut. Ketika ditanya siapa nama yang menjadi pasangan calon yang akan diusung oleh Partai Golkar untuk maju di Pilgub Kaltim, Zainuddin hanya menyebutkan, bahwa pasangan calon yang diusulkan dua-duanya kader partai. “Yang jelas kader semuanya. Pokoknya kader semua (KT 1 dan KT 2),” demikian tegas Zainuddin.

Hal ini memang memungkinkan, mengingat posisi Partai Golkar di DPRD Provinsi Kaltim dapat dianggap sebagai ‘penguasa’ di Kaltim. Partai Golkar berhasil meraih kursi terbanyak di DPRD Kalimantan Timur, pada pemilihan umum Legislatif 2014, yaitu sebanyak 12 kursi yang diperoleh dari enam daerah pemilihan. Sementara, modal minimum dukungan dari parlemen untuk maju di Pilgub Kaltim yaitu dengan jumlah sebanyak delapan kursi. Jadi, Partai Golkar memang mampu mengusung pasangan sendiri di Pilgub Kaltim.

Pada Rabu (3/1/2017) malam, setelah melalui rapat yang berlangsung cukup panjang dan alot, DPD I Partai Golkar Kaltim telah menerima usulan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Provinsi Kaltim periode 2018-2023. Usulan tersebut, akan disampaikan ke DPP Partai Golkar. “Terkait Pilgub Kaltim, menurut pemaparan Pak Sofyan (Plt DPD Golkar Kaltim), itu selambat-lambatnya sudah bisa diputuskan tanggal 7 Januari (rekomendasi paslon cagub cawagub dari Partai Golkar),” demikian menurut penjelasan Abdul Kadir, Sekretaris DPD I Partai Golkar Kaltim.

Nama-nama tersebut belum dapat dikeluarkan ke publik karena memang belum memperoleh rekomendasi dari DPP Golkar di Jakarta. Hal lainnya, memang tidak dapat diputuskan dengan terburu-buru, mengingat dinamika yang begitu cair menjelang tanggal pendaftaran Pilgub Kaltim.

Menurut Abdul Kadir, ada beberapa aspek yang dipertimbangkan sebelum memutuskan pasangan calon, menggantikan Rita Widyasari (Bupati Kukar non aktif). “Banyak aspek yang didengarkan, termasuk posisi Ibu Rita, sebagai calon gubernur yang sudah ditetapkan DPP Partai Golkar. Selain itu juga masih mencari formulasi siapa yang akan menjadi cagub dan cawagub. Meskipun tadi disebutkan ada nama Pak Sofyan dan Ibu Hetifah, itu dalam proses komunikasi ke DPP. Belum menjadi keputusan (rekomendasi),” urai Kadir. ‎

Berdasarkan informasi tersebut, jika memang perwakilan DPD II Golkar Kaltim telah bulat menetapkan pasangan calon yang diusulkan keduanya dari kader internal partai, kemungkinan figurnya adalah Andi Sofyan Hasdam, Makmur HAPK, dan Hetifah Sjaifudian. Sosok Hetifah akan diplot mengisi posisi wakil. Ada tiga kemungkinan formasi dari ketiga sosok ini. Pertama, Sofyan Hasdam-Makmur HAPK. Kedua, Sofyan Hasdam-Hetifah. Dan Ketiga, Makmur HAPK-Hetifah.  [ ### ]