Politik

Nah Ini, Kader Muda Golkar Penggerak Tim Pemenangan Pasangan Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail

SATUMANDAU Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak sekadar pertarungan antar empat pasangan calon. Sejatinya, tim pemenangan dibalik para pasangan calon tersebut yang berjibaku menentukan konsep serta mengatur strategi demi memenangkan pasangan calon yang diusung oleh tim tersebut.

Nah, Dibalik pasangan Andi Sofyan Hasdam – Nusyirwan Ismail, ada Tim Pemenangan yang siap mengatur segala hal demi mencapai kemenangan untuk pasangan tersebut, pasangan yang menyebut dirinya dengan akronim AnNur, untuk memudahkan masyarakat untuk mengingatnya. Tim Pemenangan AnNur ini digerakkan oleh sosok yang menjadi pemimpin tim pemenangan. Sosok inilah  yang mengatur berbagai konsep serta strategi kampanye pemenangan pasanagan AnNur. Perkenalkan, Ketua Tim Pemenangan AnNur, Muhammad Husni Fahruddin.

Husni Fachruddin adalah kader muda di Partai Golkar. Sosok yang menduduki jabatan Ketua Angkatan Muda Partai Golongan Karya (AMPG) ini merupakan salah satu figur penting di belakang layar dari pasangan Andi Sofyan Hasdam dan Nusyirwan Ismail, untuk memenangkan ajang Pilgub Kaltim 2018. Sosok pria kelahiran 1978 ini, walau masih berusia muda, namun mendapatkan kepercayaan dari Andi Sofyan Hasdam dan Nusyirwan Ismail untuk memimpin tim pemenangan pasangan tersebut.

Ayub, demikian sapaan akrab dari Muhammad Husni Fahruddin, sudah tidak asing dalam hal memimpin tim seperti ini. Dirinya melanjutkan kepercayaan dari Partai Golkar Kaltim saat Rita Widyasari masih menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim. Kemudian Ayub melanjutkan kepercayaan tersebut menjadi Ketua Tim Pemenangan dalam koalisi Partai Golkar dan Partai Nasdem.

Ketua AMPG Kaltim yang menyandang gelar sarjana magister hukum ini banyak melakukan terobosan dalam melakukan kampanye ketika Partai Golkar mencalonkan Rita Widyasari sebagai calon gubernur Kaltim. Ide-ide cemerlang yang tercetus dari pemikiran briliannya membuat kampanye pencalonan mantan bupati Kukar menjadi sangat menarik perhatian. Gaya kampanye yang dilakukannya di dunia maya maupun nyata meninggalkan gaya kampanye konvensional, dan hal tersebut menarik pemilih-pemilih muda potensial.

Ternyata, walaupun sibuk dengan berbagai kegiatannya tersebut, Ayub masih menyempatkan diri untuk menulis. Bahkan, dirinya juga aktif membuat opini politik melalui catatan di media massa. Menurut Ayub, pasangan AnNur yang menjatuhkan kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan. “Pasangan calon yang memercayakan saya sebagai ketua tim pemenangan,” demikian jelas Ayub.

Usia muda bukan hambatan untuk meniti karir di dunia politik. Hal ini ditunjukkan oleh Husni Fachruddin. Menurut pengalamannya, ide-ide anak muda yang muncul banyak  tumbuh sumbur di Partai Golkar. Dalam pandangan Husni, politik adalah salah satu bidang yang harus serius dijalankan oleh anak muda jaman sekarang. Mengapa? Husni memberikan jawaban sederhana. Menurutnya, hanya politik yang mampu membawa perubahan di negeri tercinta ini.

Husni Fachruddin mencoba mengembangkan ide dan pemikirannya secara konsisten sebagai inspirasi bagi anak muda. Husni Mengharapkan, khususnya bagi generasi milenial atau generasi jaman now istilah bekennya, bahwa generasi muda dapat menjadi penerus di ajang demokrasi. “Kalau Bung Karno membutuhkan 10 pemuda untuk mengguncang dunia, maka pak Sofyan dan Pak Nusyirwan cuma butuh anak muda untuk memenangkan Pilgub,” demikian Husni berfilosofi.

Mari kita nantikan ide brilian yang akan ditelurkannya demi memenangkan pasangan AnNur, dan juga pertarungan konsep dengan tim dari pasangan lainnya di ajang Pilgub Kaltim 2018. Yang pasti, bertarunglah dengan etika, dengan mengedepankan program yang sejatinya akan memberikan kemakmuran bagi rakyat Kaltim. {@@}