Politik

Midji-Norsan, Pasangan Golkar Harapan Masyarakat Kalbar

SATUMANDAU Pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan sudah resmi mendaftar di KPU Kalbar. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar sebagai harapan masyarakat Provinsi Kalbar menuju masa depan baru yang lebih baik. Golkar menggerakkan dukungan penuh dari seluruh kadernya, termasuk organisasi massa dan organisasi sayap di Kalbar agar solid memenangkan pasangan Sutarmidji-Ria Norsan dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat pada Juni 2018 nanti..

Maman Abdurahman pada deklarasi pasangan Midji-Norsan mengatakan bahwa duet ini sangat sesuai dengan ekspektasi partai beringin. “Kami melihat rekam jejak dan prestasi Midji-Norsan sangat mampu mewujudkan harapan Partai Golkar dan masyarakat Kalimantan Barat,” demikian ungkap Wakil Sekjen DPP Golkar di sela Deklarasi Rakyat Midji-Norsan di Pontianak Convention Center (PCC), pada Senin (8/1/2018).

Maman Abdurahman menjelaskan, kesesuaian harapan tersebut terkait dengan tiga hal. Ketiganya terdiri dari peningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), penurunkan angka pengangguran dan pembangunan rumah bagi rakyat kecil. Politisi Partai Gokar ini berpesan agar masyarakat Kalbar tidak terpengaruh oleh adanya upaya-upaya intimidasi saat berlangsungnya pilkada. “Jika ada intimidasi terhadap masyarakat di pedalaman, kami siap ambil langkah hukum,” tegas Maman.

Berdasarkan hasil survei, Sutarmidji yang menjabat sebagai Wali Kota Pontianak membuktikan bahwa elektabilitasnya tertinggi dan stabil. Sutarmidji dan Ria Norsan sangat mendukung pemekaran tersebut Provinsi Kapuas Raya. Menurut Sutarmidji, realisasi pemekaran tersebut bergantung kemauan politik, karena persyaratannya sudah lengkap.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman juga menyatakan hal senada terkait pemekaran Provinsi Kapuas Raya.  Maman menyatakan, adalah suatu keadilan bagi masyarakat Kalbar, apabila pemekaran provinsi Kapuas Raya menjadi kenyataan. Untuk mewujudkan hal ini, sosok Sutarmidji dan Ria Norsan adalah pemimpin yang mau memperjuang pemekaran tersebut. Keinginan dari pasangan ini yang mendorong Partai Golkar untuk mengusung pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023.

“Kemudian dua alasan lainnya, yakni elektabilitas, dan tingkat kepuasan publik selama dua periode Sutarmidji memimpin Kota Pontianak, dan begitu juga selama dua periode Ria Norsan memimpin Kabupaten Mempawah yang nilainya di atas 90 persen. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak mendukung pasangan tersebut,” katanya.

Dalam acara deklarasi di PCC, Wasekjen DPP Partai Golkar dan Direktur Pemenangan Midji-Norsan, Maman Badurrahman menyampaikan, demi kepentingan besar, yakni kepentingan masyarakat Kalbar, Partai Golkar sebagai partai terbesar kedua, rela menyerahkan posisi Kalbar 1 kepada Sutarmidji, yang notabene bukan kadernya.

Dalam pidato politiknya, Maman mengajak semua masyarakat Kalbar untuk melepaskan ego pribadi, dengan semangat bersama dalam membangun Kalbar bersama Sutarmidji dan Ria Norsan. “Saya ingin ini menjadi sebuah teladan. Kita sudah memulai titik awal pembangunan Kalbar, titik awal masa depan Kalbar. Kita bangun dengan semangat kebesaran jiwa. Kita membangun dengan semangat menghancurkan ego pribadi,” demikian Maman menyampaikan dalam pidatonya. “Karena selama ini yang menjadi penghambat paling utama dalam membangun Kalbar adalah diri pribadi. Di mana ego masih bersemayam dalam diri pribadi,” jelas Maman menambahkan.

Menurut Maman, sosok Ria Norsan adalah sosok yang memiliki kebesaran jiwa. Menurutnya, bukan hanya di tingkat DPP, bahkan Ria Norsan sendiri yang merupakan kader terbaik Partai Golkar Kalbar, rela dan berbesar jiwa menjadi orang nomor dua. “Dengan kebesaran jiwa, demi masyarakat Kalbar, Partai Golkar memulai sebuah tradisi baru, tradisi yang betul-betul menyelaraskan napas masyarakat Kalbar untuk mau berpikir tentang kepentingan masyarakat di atas segala-galanya,” bebernya.

Selama ini Kalbar sulit maju, lantaran kepentingan ego pribadi maupun kelompok dan partai yang lebih dominan. “Kalbar harus menjadi milik kita semua. Kalbar tidak boleh menjadi satu kelompok. Kalbar harus kembali kepada khittah-nya, yakni milik semua, bukan milik satu kelompok,” demikian Maman Abdurrahman menjelaskan.

Sebagai informasi, Pasangan Sutarmidji-Ria Norsan didukung oleh lima partai politik di Kalbar yang membentuk koalisi. Koalisi ini dipimpin oleh Partai Golkar dengan sembilan kursi di parlemen, kemudian disusul oleh Partai Nasdem lima kursi, PKS dua kursi, Hanura tiga kursi, dan PKB dua kursi. Secara total, pasangan Midji-Norsan memperoleh sebanyak 21 kursi dukungan dari parlemen di Provinsi Kalbar.  [  ### ]