Nusantara

Menurut Hetifah Sjaifudian, Ini Kriteria Seorang Politisi

SATUMANDAU – Menjadi politisi bukanlah hal yang sulit dan menakutkan. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Hetifah Sjaifudian. politisi perempuan Golkar ketika berkunjung ke Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, menurut legislator Golkar ini,  ada hal-hal yang layaknya dimiliki seorang politisi, dan hal tersebut, adalah hal yang wajib untuk ada dalam diri politisi.

Perihal kriteria yang wajib dimiliki ini disampaikan oleh Hetifah Sjaifudian dalam acara ‘Intimate Discussion with Hetifah’ dengan tema “Anak Muda Bicara, Politisi Mendengar.” Acara tersebut berlangsung di Hotel Royal Suite Balikpapan, pada Minggu (25/2/2018). Menurut politisi Partai Golkar ini, hal tersebut bukanlah suatu hal yang sulit dan menakutkan.

Walaupun bukan sesuatu hal yang sulit dan menakutkan, namun ada hal-hal yang harus dimiliki seorang politisi, dan salah satunya keberanian bernegosiasi. “Menjadi politisi tidak susah, tetapi ada beberapa hal yang harus dimiliki diantaranya kita harus mempunyai artikulasi yang bagus, mempunyai hati ke komunitas, punya nyali misalnya berani negosiasi, dan berani menyampaikan pendapat,” demikian kata Hetifah Sjaifudian, anggota Komisi II DPR RI ini.

Acara bertajuk Intimate Discussion with Hetifah ini dihadiri oleh 50 orang, yang berasal dari berbagai kalangan komunitas anak-anak muda Kalimantan Timur. Acara diskusi tersebut berlangsung hangat, dan anak muda sangat antusias mengikutinya, terlihat dari aktifnya kegiatan dialog yang berlangsung selama acara tersebut.

Peserta yang hadir dalam acara Intimate Discussion with Hetifah, antara lain: Forum Pelajar Indonesia, Siswa SMAN Satu, Ketua Pemuda Relawan Indonesia, Ketua Forum Anak Balikpapan, Pekerja Kreatif, Kaum Difabel, Ketua KPMB, Duta Lingkungan Hidup, Ketua Forum Duta Anti Narkoba, Aktivis Earth Hour Balikpapan,  Pemuda Bahari,  Pena dan Buku Balikpapan, serta Penggerak 1000 guru.

Firman mewakili Anak Muda Bahari, salah satu peserta diskusi, menyampaikan curhatan anak muda kepada Hetifah Sjaifudian. Firman mengeluhkan soal pengelolaan sampah yang ada di Kaltim. Menurut Firman, walaupun saat ini sudah ada peraturan tentang pengelolaan sampah, namun, ternyata dalam prakteknya, pengelolaan sampah di Kaltim masih menjadi persoalan yang pelik dan kerap menjadi masalah utama.

Firman juga menambahkan bahwa pengawasan tentang sampah juga belum jelas. “Pengawasan tentang sampah juga belum jelas, meskipun sudah ada UU nya. Kemudian, bagaimana kita bisa menciptakan masyarakat yang peduli lingkungan?,” demikian ujar Firman.

Menanggapi permasalahan sampah di Kaltim ini, Politisi Perempuan dari Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian menuturkan, memang persoalan sampah harus menjadi perhatian pemerintah. Tokoh Golkar dari dapil Kaltim-Kaltara ini memberikan saran agar sampah di Kalimantan Timur dapat dimanfaatkan dengan cara menerapkan teknologi pengelolaan sampah. “Sebaiknya kita menggunakan beberapa cara, misalnya, membeli alat pengelola sampah, bukan hanya menjadi kompos, tapi bahkan bisa menjadi bahan bangunan,” demikian saran Hetifah Sjaifudian.

[ **** ]