Nusantara

Menurut Airlangga, Ini Hambatan untuk Kuasai Revolusi Industri 4.0

SatuMandau.com | Jakarta – Hambatan dan masalah yang masih menjadi halangan guna menuju Revolusi Industri 4.0, adalah minimnya digital marketing yang masih jauh tertinggal oleh dua negara Asean yaitu Malaysia dan Singapura.

Data yang mengemuka dalam hambatan ini yaitu kekurangan alat dan teknologi dalam dunia perindustrian dalam negeri. Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Perindustrian di Seminar ‘Revolusi Industri 4.0’ di Para Syndicate, Kamis (26/4/2018).

“Ketertinggalan Kita sekarang adalah di masalah digital marketing yang masih sangat jauh tertinggal oleh negara negara China, USA, Jepang dll. Bahkan di lingkup ASEAN pun masih di bawah dan kalah cepat sama Malaysia dan Singapura”. Ucap Pria yang juga menjabat Ketua Umum Golkar ini.

Pencarian solusi ini sudah dilakukan semenjak dua tahun terakhir. Hal tersebut sudah menjadi prioritas pemerintahan saat ini dengan menjalin kerjasama mencetak tenaga-tenaga support yang berbasiskan riset, bekerjasama dengan perguruan tinggi, baik dalam dan luar negeri. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan ini sudah menjalin dan melebarkan kepenguasaan basis digital marketing industri ini dengan MIT (Massachusetts Institute Of Technology).

 

Airlangga HArtarto di acara seminar yang diadakan Para Syndicate (26/4/2018)

“Saat menimbang apa sebenarnya yang menjadi kekurangan produksi dan market dari hasil industri kita masih di wilayah digitalisasi pemasarannya. Contoh sederhana saja, adalah Thailand yang jauh dibelakang Kita dalam memproduksi hasil-hasil industri, toh mereka leading disetiap pemasaran karena mereka berhasil dalam pengelolaan manukfaktur dan distribusinya, yang mengemasnya sangat efektif. Beda dengan di sini yang masih mengurus wilayah wilayah regulasi,” demikian hal tersebut diungkap oleh Airlangga Hartarto

 

Dari beberapa pemaparan konteks perkembangan kemampuan sumber daya manusia yang masih sangat minim, sehingga yang dibutuhkan dan dibesarkan adalah wilayah engineer yang siap diterapkan ke talenta SDM, lanjut Menteri Perindustrian ini. ###