Kabar Kalimantan

Media Malaysia Sebut Ibukota Indonesia Pindah Ke Kalbar

SATUMANDAU – Usulan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke lokasi lainnya masih belum menemukan titik temu hingga kini. Pemindahan ibu kota Indonesia telah didiskusikan sejak kepresidenan Soekarno dan selama masa kolonial Belanda.

Pada tahun 2010 lalu, perdebatan berlanjut tentang pembentukan ibu kota baru yang akan dipisah dari pusat ekonomi dan komersial negara.

Presiden Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung ide untuk membuat pusat politik dan administrasi Indonesia yang baru, karena masalah lingkungan dan overpopulasi Jakarta.

Namun, wacana itu belum terwujud hingga SBY mengakhiri dua periode kepemimpinannya sebagai kepala negara Indonesia. Pada pemerintahan Presiden RI Joko Widodo, wacana pemindahan ibu kota kembali muncul.

Bahkan Joko Widodo bersama pejabat terkait lainnya meninjau langsung daerah-daerah yang menjadi bakal calon ibu kota Indonesia. Tetapi, hingga kini belum ada perkembangan selanjutnya pasca peninjauan itu.

Baru-baru ini, Media Malaysia sebut-sebut ibukota Indonesia pindah ke Kalimantan Barat. Kantor Berita Nasional Malaysia, Bernama melalui laman bernama.com memuat artikel tentang kemungkinan tersebut.

Dikutip dari Bernama.com, Pemerintah Sarawak melalui perusahaan listrik milik negara, Sarawak Energy Bhd (SEB) sedang mengincar potensi penjualan listrik tambahan ke Indonesia. Hal ini mengikuti laporan terbaru bahwa ibukota Indonesia mungkin akan dialihkan ke Kalimantan Barat dari Jakarta dalam waktu dekat.

Kepala Menteri Datuk Patinggi Abang Johari Tun Openg mengatakan negara saat ini sedang mengembangkan prakarsa Borneo Grid dengan interkoneksi pertama ke Kalimantan Barat yang telah didirikan.

“Dengan keahlian dan keterampilan teknik SEB, potensi ada di sana dan kami dapat bekerja dengan Indonesia,” kata Datuk Patinggi Abang Johari Tun Openg dikutip dari situs Kantor Berita Nasional Malaysia saat perayaan SEB Gawai Raya untuk staf dan pemangku kepentingan yang berbasis di Kuching, Senin (17/06/2019).

Datuk Patinggi Abang Johari Tun Open juga mengatakan SEB berada di tengah-tengah negosiasi dengan Sabah dan Brunei tetangga untuk perjanjian pertukaran kekuasaan lebih lanjut.

Dari anggaran negara tahun ini sebesar RM 11,9 miliar, Abang Johari mengatakan sekitar RM 2,7 miliar direncanakan untuk pembangunan pedesaan yang akan dilakukan oleh SEB di bawah proyek elektrifikasi pedesaan.

Saat ini, kata Abang Johari, Sarawak adalah produsen terbesar dalam hal energi bersih yang dimanfaatkan dari bendungan hidroelektriknya, termasuk bendungan Bakun.

Menurut Abang Johari, Sarawak memiliki semua bahan untuk menjadi pembangkit tenaga listrik regional dan karenanya, SEB dapat mengeksplorasi produk-produk baru seperti hidrogen dan oksigen untuk dipasarkan di luar negeri untuk meningkatkan pendapatan negara.

Sementara itu, ketua SEB Datuk Amar Abdul Hamed Sepawi mengatakan cakupan listrik domestik negara saat ini adalah 97 persen.

“Atau tujuannya adalah untuk meningkatkan 99 persen Sarawak pada tahun 2020 menuju elektrifikasi penuh pada tahun 2025,” tambahnya.

Media Malaysia lainnya yang memuat berita itu adalah Sarawak Tribune. Dalam pemberitannya, Sarawak Tribune juga mengutip dari Kantor Berita Nasional Malaysia Bernama.

Belum Ada Perkembangan Berarti

Rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke daerah baru belum memiliki perkembangan berarti. Setidaknya ada tiga daerah yang disebut menjadi kandidat ibu kota baru, yakni Bukit Soeharto, Bukit Nyuling, dan Kawasan Segitiga Palangkaraya yang ketiganya berada di Pulau Kalimantan.

Presiden Joko Widodo menilai bahwa kondisi infrastruktur di Kalimantan, khususnya di bagian timur, cocok untuk menjadi calon ibu kota baru Indonesia. Bahkan, nama Kalimantan Timur sudah muncul dalam studi sekitar 1,5 tahun ini.

Tiga alasan Jokowi melirik Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru ialah infrastruktur yang lengkap, fasilitas umum yang mendukung, serta terpisah dari pusat ekonomi dan bisnis.

Ya, pemerintah memimpikan nanti pusat ekonomi dan bisnis tetap di Jakarta, sementara ibu kota baru nanti hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan. (tribun)


foto cover: Tribunkaltim.co / Fachmi Rahman

Join The Discussion