Nusantara

Manuver Cak Imin Bukti Belum Dapat Sinyal dari Jokowi

SATUMANDAU – Muhaimin Iskandar (Cak Imin) telah menyatakan dirinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) walaupun belum ada Bakal Capres yang akan menggandengnya. Dalam berbagai kesempatan ia mengatakan ingin berpasangan dengan Joko Widodo dengan adanya Deklarasi JOIN (Jokowi Imin). Namun dalam kesempatan lain ia menyebut juga ingin berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Menurut Pengamat Politik dari Charta Politica, Muslimin, upaya Muhaimin menawarkan diri kepada beberapa bakal Capres ini menunjukkan belum adanya sinyal yang diberikan Jokowi untuk menggandengnya. “Sehingga ia mencoba untuk menyebut bisa berpaling ke calon lain dan berupaya untuk memberikan bargaining kepada Jokowi agar segera untuk melamarnya,” ujar Muslimin.

Jika itu memang merupakan upata bargaining Muhaimin ke Jokowi menurut Muslimin tidak tepat. Karena dari sisi jumlah kursi untuk pencalonan, Jokowi sudah bisa maju tanpa ada dukungan PKB. Apalagi masih banyak ketua umum partai lain yang bisa bersaing dengan Muhaimin.

“Ada Romahurmuziy dari PPP dan Airlangga Hartanto dari Golkar yang juga memungkinkan untuk digandeng oleh Jokowi. Golkar secara jumlah kursi jauh lebih besar dibanding PKB, sementara PPP lebih dahulu mendukung Jokowi dibanding PKB,” tambah Muslimin.

Dibanding kepada Jokowi, bergaining Muhaimin sebenarnya lebih tepat untuk Prabowo. Karena secara kursi Gerindra tidak cukup untuk mengusung Prabowo tanpa berkoalisi dengan partai lain. Memang ada PKS, namun Gerindra dan PKS secara resmi belum mendeklarasikan diri untuk mengusung Prabowo.

Muslimin menambahkan, Muhaimin berpotensi untuk menawarkan dirinya kepada Bakal Capres selain Jokowi dan Prabowo, karena ambisi menjadi Cawapres sudah harga mati bagi ketua PKB ini. Ambisi ini secara etika politik tidak bagus dan tidak etis.

“Bahkan Muhaimin mungkin saja tidak hanya menanawarkan diri ke Jokowi dan Prabowo. Jika ada tokoh lain yang berpotensi menjadi Capres ia juga akan menawarkan dirinya,” jelas alumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia jurusan Komunikasi Politik ini.

 

sumber berita