Kabar Kalimantan

MantaPG! Politisi Golkar Supian HK Siap Bela Penolakan Izin Tambang Meratus

SATUMANDAU Politisi Golkar Supian HK siap pasang badan untuk membela masyarakat yang gencar melakukan penolakan pemberian izin tambang di kawasan Meratus. Hal ini menanggapi semakin kuatnya arus  yang berkembang di masyarakat terkait penolakan izin tambang di kawasan Meratus.

Bentuk perlawanan masyarakat ini terutama terhadap Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Nomor 441.K/30/DJB/2017. Penolakan terutama disuarakan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Meratus. Masyarakat protes terhadap keluarnya izin pertambangan di kawasan Meratus tersebut.

Pada Selasa (16/1/2018), bentuk perlawanan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Meratus dengan melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kalsel. Sekelompok peserta aksi unjuk rasa  mencoba langsung menemui anggota dewan untuk menyampaikan aspirasi terkait terbitnya SK Kementerian ESDM. Surat Keputusan tersebut mengizinkan PT Mantimin Coal Mining (MCM) menambang di kawasan Meratus, Hulu Sungai Tengah (HST).

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Supian HK menemui peserta aksi penolakan di kantor DPRD Kalsel untuk mendengarkan aspirasi mereka. Peserta aksi unjuk rasa yang ditemui oleh legislator Golkar ini menyuarakan aksi penolakan kegiatan tambang yang diyakini merugikan masyarakat. Supian HK memastikan pihaknya pun menentang rencana kegiatan tambang itu.

Supian HK siap ikut mendukung penolakan dan memperjuangkan agar kawasan Meratus bersih dari kegiatan pertambangan apapun. “Kami siap mendukung penolakan dan memperjuangkan agar kawasan Meratus tidak ada kegiatan pertambangan,” demikian tegas politisi Partai Golkar ini. Supian HK siap ‘pasang badan’ ketika diminta mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD Kalsel jika dalam 3 hari sejak tanggal 16 hingga 18 tak mampu menyampaikan aspirasi itu ke Kementerian ESDM.

Dengan tegas, Supian HK berjanji akan segera menyampaikan keinginan mahasiswa agar kementerian terkait, yaitu Kementerian ESDM, mencabut izin tambang di kawasan Meratus tersebut. “Jika dalam tiga hari pernyataan sikap itu tak sampai, saya siap mundur dari jabatan anggota DPRD,” dengan suara lantang. Supian HK menegaskan sikapnya.

Mendengar jaminan yang menjanjikan aspirasi tersebut akan sampai ke Kementerian ESDM, maka para peserta aksi pun merasa puas. Berangsur-angsur mereka meninggalkan kantor DPRD Kalsel., dan dengan beriringan ratusan massa tersebut menuju Bundaran Hotel A, Banjarmasin untuk berorasi dan melakukan aksi treatrikal di bundaran tersebut.

Hairun Najemi selaku Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Meratus mengatakan bahwa aksi penolakan sangat penting untuk melindungi kawasan Meratus. “Ini urgen, makanya DPRD Kalsel harus segera bersikap sebelum PT Mantimin beroperasi mengeruk sumber daya alam (SDA) di Meratus,” demikian tegas Hairun. Dirinya meminta agar DPRD Kalsel dengan tegas mendukung dan memperjuangkan penolakan kegiatan tambang di kawasan tersebut. Salah satu alasan yang dikemukakan Hairun, bahwa tanpa ditambang pun banjir sudah sering melanda kawasan tersebut, termasuk pada daerah tetangga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel. [@@]