Kabar Kalimantan

Maju Caleg DPR-RI Dapil Kaltim, Pahlevi Pangerang Ingin Kembalikan Kejayaan Koperasi

SATUMANDAU – Iklim politik menjelang ajang pesta demokrasi 2019 mendatang mulai terasa, hal ini tampak di berbagai daerah para kader partai politik mulai disibukkan dengan berbagai persiapan pencalonan pemilihan legislatif (Pileg).

Salah satunya adalah Muhammad Arief Pahlevi Pangerang, kader Muda Partai Golkar yang kini menjabat sebagian Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini mulai mensosialisasikan dirinya.

Dalam acara diskusi di Swiss-bell Hotel Balikpapan, Rabu (25/7), pria ramah dan murah senyum yang pernah tinggal di Balikpapan ini menceritakan bahwa orangtuanya dulu adalah salah satu pengurus himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan.

Dalam diskusi yang dihadiri beberapa jurnalis dari media cetak maupun online ini, Pahlevi menceritakan kiprahnya di organisasi, mulai organisasi kemahasiswaan hingga organisasi profesi pengusaha, seperti Hipmi dan Kadin, serta organisasi politik di Partai Golkar. Saat ini, pria lulusan Universitas Trisakti ini menduduki jabatan Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

Selain itu, banyak organisasi yang pernah dipimpin pria kelahiran Makasar 1968 silam ini, diantaranya meliputi Senat mahaosiswa Trisakti, Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa /Pelajar Indonesia Surlawesi Selatan, Junior Chamber Internasional, Sekjen KNPI termasukp di organisasi HIPMI, Kadin. Dan yang tak kalah pentingnya ia juga pernarh dipercaya menjadi VP Economic Affar Asia Youth Council 2011.

Tokoh muda Golkar yang akrab dipangmugil Levi dalam menggeluti berbagai organisasi selalu dimulai dari bawah, semua melalui proses. Dan ia menyukai organisasi sebagai wadah memulai karir dengan menjunjung tinggi taat asas.

Sebelum menduduki jabatan sebagai Wabendum DPP Partai Golkar, dirinya dipercaya untuk memegang posisi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar di era Setya Novanto.

Dirinya selalu menekankan pentingnya setiap kader Partai Golkar untuk selalu taat pada asas dan aturan internal partai yang berlaku.

Sebagai sosok yang loyal terhadap partai, Politisi Golkar ini tidak menginginkan para kader partai terjebak dalam wacana sempit yang memperjuangkan kepentingan tertentu di luar kepentingan partai. Kesetiaannya pada partai sekaligus menjadi contoh bagi para kader, sekaligus sebagai penegasan, bahwa hal terpenting bagi Partai Golkar dan para kadernya adalah untuk berjalan sesuai aturan dan mekanisme internal Partai Golkar.

“Perjalanan organisasi saya jalani dari bawah. Saya memang hobi berorganisasi, berdiskusi. Niat ini untuk pengabdian terbaik bagi masyarakat Kaltim. Semua ini akan paripurna jika proses panjang ini posisinya bisa menjadi anggota legislatif,” papar pria yang akan maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Kaltim dari Partai Golkar ini.

Dalam diskusi ini pula Pahlevi juga berkeinginan membangkitkan kembali semangat koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat, ia ingin mengembalikan kejayaan Koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat yang saat ini sedang terseungkur karena tersingkir oleh kapitalisme.

“Saya melihat koperasi makin dikalahkan oleh kaum kapitalis yang padat modal. Apalagi keperpihakan pemerintah terhadap koperasi ini masih sangat kurang, koperasi harus dibangkitkan kembali, ” tegas Pahlevi.

Walaupun Levi memiliki latar belakang pengusaha, ia sejak lama sudah fokus pada kegiatan koperasi, dalam berbagai kesempatan di manapun ada pertemuan ia selalu menggemakan pentingnya koperasi sebagai wadah kekuatan perekonomian rakyat.

“Koperasi seharusnya jadi entitas bisnis yang semestinya memiliki badan usaha untuk mencari keuntungan. Sebab selama ini koperasi hanya sebuah badan sosiral yang hanya mengharap bantuan pemerintah,” jelasnya.

Pahlevi berkeinginan menumbuhkan jiwa enterprenaur di kalangan anak muda melalui koperasi. Jadi koperasi punya unit-unit usaha seperti di Malaysia bisnis travel dan hewan kurban dikembangkan melalui koperasi dan itu maju.

“Saya selalu sampaikan kepada anak muda kumpulkan sampai 20 orang, silakan buat koperasi. Nah, usaha apa sesuaikan dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki. Misalnya mau usaha rumah makan, sablon dan lain-lain. Jadi bukan kita yang tentukan jenis usahanya tetap sesuai dengan kemampuan masyarakat,” sambung Pahlevi yang sempat mengenyam pendidikan SD Parikesit Balikpapan tahun 1973 lalu.

Levi berharap pengurus dan anggota koperasi merupakan anak muda, karena dulu koperasi itu identik dengan orang tua. Jadi koperasi masih dikelola dengan pola lama.

“Kita harus kelola dengan pola modern. Seharusnya koperasi adalah badan usaha yang memilkiki badan hukum yang tujuannya mencari untung. Bedanya dengan PT cuma dua sampai tiga orang. Sedangkan koperasi rame- rame. Jadi koperasi ini memiliki saham dalam setiap unit usaha untuk memperoleh untung,” tegas Pahlevi.

sumber berita