Kabar Kalimantan

Mahyunadi, Sosok Golkar Generasi Jaman Now di Pilgub Kaltim 2018

 

Satumandau – Tidak main-main. Sosok ini akan mengusung tema yang mewakili generasi jamannya. Adapun tema yang dibawa lelaki berusia 45 tahun ini, adalah maju sekaligus mewakili generasi zaman now. Sosok penuh percaya diri ini adalah Mahyunadi. Sosok yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) ini belakangan viral di media sosial. Isu yang berkembang adalah dirinya akan maju pada Pilgub Kaltim setelah berfoto gandeng dengan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin.

Tidak hanya sekedar isu, Mahyunadi kini terus melancarkan lobi politiknya. Kali ini beliau sowan, mendatangi Rizal Effendi yang menjabat Wali Kota Balikpapan. Dalam pertemuan tersebut, adik nomor dua dari Wakil Ketua MPR RI Mahyudin tersebut menyatakan telah memiliki persamaan persepsi.

Secara garis besar, menurut Mahyunadi, dirinya dan Rizal Effendi sama-sama memiliki pemikiran bahwa Kaltim membutuhkan pemimpin yang berprestasi dan telah lama mengabdi di daerah. Pemimpin yang baik menurut Mahyunadi adalah yang tak memiliki masalah terkait kasus korupsi, baik terduga maupun terperiksa.

Mahyunadi melanjutkan pada (15/11) bahwa dirinya belum membicarakan masalah format pasangan jika kelak benar-benar maju bersama Rizal. Menurut pemikirannya, Rizal Effendi menduduki posisi nomor satu (bakal calon gubernur) dan dirinya sebagai nomor dua (bakal calon wakil gubernur).

Mahyunadi mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihak DPP Golkar menuliskan dirinya sebagai pilihan alternatif bakal calon yang akan diusung, pasca Rita Widyasari terjerat kasus dugaan korupsi oleh KPK. Untuk diketahui, sosok yang akrab dipanggil Unad merupakan bakal calon petarung di Pilgub 2018 satu-satunya dari Kutim. Unad mengakui bahwa terkait fotonya yang berjabat tangan akrab dengan Safaruddin, sebenarnya hanya sekedar foto biasa, tanpa adanya komunikasi politik.

Mahyunadi mengakui bahwa antara dirinya dengan Kapolda Kaltim belum melakukan komunikasi. Beliau mengatakan baru akan menyusun jadwal pertemuan dengan tokoh Kapolda Kaltim ini pada kesempatan berikutnya. Ternyata animo masyarakat cukup besar terhadap isu bahwa Mahyunadi akan maju di Pilgub Kaltim. Mahyunadi mengatakan bahwa dirinya tidak bisa melawan arus. Para pendukungnya pun menyatakan sepakat bila dirinya maju pada pilgub 2018.

Mahyunadi sebenarnya tidak ingin mengecewakan pendukungnya pada saat maju sebagai Ketua DPRD Kutim. Namun, ketika ditanyakan kepada para pendukungnya itu, ternyata mereka malahan menginginkan dirinya untuk maju ke pilgub. Ditambah adanya perintah dari partai, maka Mahyunadi mengakuti dirinya tidak bisa berdiam diri, dan harus terus bergerak melakukan lobi politik.

Langkah-langkah strategis pun mulai dimulai. Mahyunadi mulai melakukan lobi-lobi politik. Memulai beberapa pertemuan dengan tokoh -tokoh politik Kaltim. Pertama, yakni Rizal Effendi. Unad menemuinya di kediaman Rizal di Balikpapan. Sebagai ancang-ancang dan untuk memperbanyak lobi politik, Unad pun mengakui bahwa langkah lobi berikutnya yaitu akan menjadwalkan suatu pertemuan dengan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang.

Unad pun mengaku tidak serampangan mengambil langkah politik. Dirinya pernah melakukan suatu survei menggunakan jasa LSI pada 2015. Hitung-hitungan tersebut menyatakan, bahwa elektabilitas Unad di Kutim terhitung tinggi, hingga 50 persen lebih. Berdasarkan hal tersebut, Unad pun percaya diri.

Bagaimana dengan restu dari keluarganya? Adapun komunikasi kepada keluarga terkait rencana dirinya melangkah maju ke pilgub 2018 memang belum ada. Baru sebatas dorongan dari masyarakat yang lebih kuat lagi. Mahyunadi belum berpikir untuk melakukan suksesi terhadap posisinya sekarang, karena tak ingin masyarakat Kutim pendukungnya merasa terkhianati, meski sebagian dari mereka sudah terang-terangan mendukung langkahnya maju di ajang Pilgub Kaltim 2018. [ ]