Politik

Mahyudin dan 4 Tokoh Jadi Alternatif Caketum Golkar

SATUMANDAU – Perseteruan dua kubu calon yang bersaing menduduki jabatan Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 semakin memanas. Friksi kedua kubu yang bertarung tersebut membawa ingatan para kader kembali pada periode perselisihan antara kubu ARB dan AL. Periode yang penuh emosional serta menguras tenaga serta pikiran kader partai berlambang beringin ini.

Guna menghindarkan peningkatan eskalasi persaingan di antara kubu yang kian meruncing, beredar kabar diantara para kader yang menginginkan munculnya calon alternatif untuk didorong maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Selain dapat meredakan suhu persaingan yang kian memanas, juga dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi para kader dalam memilih tokoh terbaik. Terlebih, semakin banyaknya calon yang muncul akan memberikan citra positif bagi Partai Golkar sebagai parpol demokratis dan memberikan pilihan serta ruang untuk perbedaan pendapat.

Setidaknya ada lima nama tokoh Partai Golkar yang saat ini beredar di antara para kader sebagai calon alternatif Ketua Umum Partai Golkar. Berikut nama-nama tokoh yang kabargolkar.com dapat himpun dari perbincangan yang beredar di antara para insan partai berlambang beringin ini.

Mahyudin

Mahyudin (net)

Tokoh partai yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI ini menjadi salah satu nama populer dan sering disebut sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar potensial. Pengalaman serta dedikasinya demi kemajuan partai dapat menjadi contoh seorang kader yang maju dan berjuang dari bawah sampai menduduki posisinya saat ini. Pengalaman sebagai pengurus partai, kepala daerah dan tampil sebagai pimpinan lembaga tinggi negara membuat tokoh Kaltim ini menjadi salah satu pilihan kader.

Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu, Mahyudin berhasil mendapatkan tiket sebagai Senator DPD RI, dan saat ini sedang berjuang untuk merebut kursi ketua lembaga tinggi negara perwakilan daerah tersebut. Walaupun Mahyudin pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin ikut bertarung dalam bursa Caketum Golkar saat ini, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kader untuk mendorongnya maju.

Ridwan Hisjam

Ridwan Hisjam (net)

Salah satu politisi senior Partai Golkar yang telah lama mendedikasikan dirinya bagi kemajuan partai. Namanya termasuk sering disebut sebagai salah satu Caketum Golkar yang layak maju. Pengalamannya sebagai pengurus partai dan lama menjadi legislator di DPR RI menjadi nilai tambah kualitasnya sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar.

Ridwan Hisjam adalah sosok yang aktif dalam roda organisasi. Dirinya sudah aktif terjun ke dunia politik di tanah air jauh sebelum gerakan reformasi bergulir. Selain sebagai politisi, Ridwan juga aktif sebagai pengusaha.

Sosok yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini termasuk legislator yang kritis. Berulangkali dirinya memberikan kritik dan masukan sebagai bentuk check and balance kepada pemerintah, terutama dalam bidang energi, riset dan teknologi, dan lingkungan hidup. Perhatiannya terhadap partai pun tidak kendor. Dirinya termasuk sosok yang mendorong generasi muda dan milenial Partai Golkar untuk lebih terlibat dan diberikan kesempatan mengurus partai.

Erwin Aksa

Erwin Aksa. (ANTARA FOTO/Widodo S.)

Termasuk politisi muda yang namanya sering dihembuskan untuk meramaikan bursa Caketum Golkar periode 2019-2024. Politisi yang juga pengusaha muda ini boleh dikatakan sosok setia kawan. Hal tersebut ditunjukkannya ketika memutuskan mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 lalu. Keputusan pribadi itu bertentangan dengan arah kebijakan partai yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, serta kontan memancing komentar dari berbagai pihak.  Namun, dirinya menjunjung sejarah persahabatan erat dengan Sandiaga yang membuat Erwin memilih berhaluan jalan dengan partainya. “Bagi saya, persahabatan lebih penting dari segalanya. Jangan sampai persahabatan terputus karena pilihan politik yang berbeda,” ujarnya kala itu.

Sosok Erwin Aksa dapat dilihat sebagai perwakilan suara kader partai yang menginginkan generasi muda dan milenial sebagai pemegang tampuk pimpinan di partai ini. Terlebih dengan semakin dominannya suara generasi muda dan milenial di ajang pemilihan berikutnya, baik pilkada, pileg, maupun pilpres, kehadiran sosok generasi muda maju menjadi pemimpin partai ini menjadi salah satu pertimbangan guna menarik suara pemilih.

Indra Bambang Utoyo

Indra Bambang Utoyo (Foto: Facebook /@Indra Bambang Utoyo)

Sosok ini secara terbuka memang telah mempertimbangkan untuk ikut maju meramaikan bursa Caketum Golkar. Namanya, bersama Ridwan Hisjam, juga turut disebut ketika Bambang Soesatyo mendeklarasikan dirinya sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar pada 18 Juli 2019 lalu.

Indra Bambang Utoyo adalah tokoh Partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai salah satu ketua DPP Golkar. Dia pernah menjabat Ketua Umum AMPI dan Ketua FKPPI.

Salah satu pertimbangannya maju sebagai Caketum Golkar karena dilandasi kecintaannya terhadap partai, serta kekhawatirannya terhadap arah dan perkembangan partai yang dicintainya ini. Diantaranya karena melihat hilangnya peran Golkar dalam politik kebangsaan belakangan ini hingga banyak kader yang terjerat kasus korupsi.

Agus Gumiwang Kartasasmita

Agus Gumiwang Kartasasmita (MI/Susanto)

Namanya mulai ramai diperbincangkan ketika menggantikan posisi Idrus Marham sebagai Menteri Sosial RI di Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla. Setelah resmi dilantik pada 24 Agustus 2018, dirinya pun langsung turun menangani masalah gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, Jokowi juga mengingatkan soal penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai tugas yang harus diprioritaskan sebagai Menteri Sosial.

Sosok ini tidak diragukan kegolkarannya yang turun dari sang ayah, Ginandjar Kartasasmita, seorang politisi dan tokoh Golkar. Agus Gumiwang memiliki pengalaman sebagai pengurus DPP dan juga pernah duduk di kursi DPR. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadikannya sebagai kandidat Caketum Golkar yang layak dipertimbangkan.

Golkar Tak Kekurangan Stok Pemimpin

Tampilnya beberapa nama tersebut menunjukkan bahwa Partai Golkar sarat dengan kader-kader berkualitas yang dianggap memiliki kapasitas serta kapabilitas merebut tampuk pimpinan partai. Demikian sekilas mengenai lima tokoh yang masuk dalam perbincangan para kader sebagai calon-calon alternatif yang dianggap mumpuni untuk maju menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 nanti. Tentu saja perkembangannya sangat dinamis, bisa bertambah maupun berkurang. Siapa nantinya yang akan berhasil mengemban amanah menjadi Ketum, masih menunggu pergelaran Munas Partai Golkar. (kabargolkar)


*foto cover: Kantor DPP Golkar (Rolando/detikcom)

Join The Discussion