Jalan-Jalan Yuk!

Leonardo DiCaprio, Nama Kumbang Spesies Baru di Kalimantan

Keterangan gambar: Spesies baru kumbang air dinamai Leonardo DiCaprio

SATUMANDAU – Para peneliti baru saja menemukan spesies baru kumbang air dan memberinya nama Leonardo DiCaprio. Penamaan ini terinspirasi dari upaya aktor Hollywood itu dalam menjaga lingkungan. Kumbang air yang ditemukan di pulau Kalimantan bagian Malaysia tersebut dinamai Grouvellinus leonardodicaprioi. Selain DiCaprio, nama kumbang ini juga terinspirasi dari Antoine Henri Grouvelle, seorang ahli kumbang Perancis.

Kumbang ini ditemukan pada perjalanan lapangan yang dilakukan oleh Expeditions Taxon, sebuah kelompok yang berbasis di Belanda. Mereka mengatur ekspedisi ke daerah-daerah terpencil untuk orang yang tertarik pada alam dan sains serta mambantu orang tersebut membuat penemuan ilmiah. Penemuan kumbang ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal Zookeys.

Giluk Falls, lokasi ditemukannya kumbang air Grouvellinus leonardodicaprioi dan G. andrekuipersi. (foto: line today)

Kumbang spesies baru diberi nama ilmiah Grouvellinus leonardodicaprioi. Kumbang ini ditemukan di dari aliran dangkal sekitar satu kilometer di atas permukaan laut di area air terjun Cekungan Maliau, sebuah cagar alam terpencil di Pulau Kalimantan bagian Malaysia pada bulan September tahun lalu. Maliau adalah salah satu dari tiga wilayah yang membentuk Lembah Danum–Maliau Basin–Imbak Canyon (DaMaI) kompleks hutan yang kaya akan margasatwa.

(2) G. leonardodicaprioi; (3) G. quest; (4) G. andrekuipersi. Bilah skala: 1 mm.

Dalam laporannya, para peneliti juga menyebut ada dua kumbang lain yang ditemukan. Kedua kumbang tersebut kemudian diberi nama G. andrekuipersi dan G. questi. Nama tersebut terinspirasi dari astronot Belanda yang bernama Andre Kuipers dan majalah sains Populer, Quest.

Kumbang tersebut berukuran kecil, memiliki mata cukup menonjol dan kepala yang bisa ditarik sebagian. Di dalam makalah itu, G. leonardodicaprioi digambarkan sebagai makhluk “hitam dengan sedikit kilau logam” bermata “cukup menonjol”. Meskipun panjangnya hanya 3mm, ukuran G. leonardodicaprioi terbilang sangat besar bila dibandingkan kumbang lain dalam genusnya.

 

Hingga saat ini baru spesies kumbang air jantan yang ditemukan.

G. leonardodicaprioi ditemukan dalam ekspedisi yang diselenggarakan Taxon Expeditions, sebuah organisasi Belanda yang fokus pada pendidikan dan penemuan keanekaragaman hayati. Organisasi ini juga biasa membantu sukarelawan yang tidak terlatih guna menemukan spesies baru.

The Leonardo DiCaprio Foundation, yayasan milik aktor film Titanic tersebut, ikut mendanai kegiatan Taxon Expeditions kali ini. Iva Njunjic, pendiri Taxon Expeditions, mengatakan, “Kecil dan hitam, kumbang baru ini mungkin tidak bakal merebut Oscar dalam hal karisma, tetapi dalam konservasi keanekaragaman hayati, setiap makhluk berharga.”

Para peserta menggunakan berbagai jaring ikan bermata halus dan jenis perangkap lainnya untuk menangkap serangga di wilayah tersebut sebelum mengawetkannya dalam cairan alkohol. Spesimen kemudian dibawa ke laboratorium agar DNA mereka diurutkan dan tubuh mereka diperiksa dengan detail di bawah mikroskop.

Ketika menentukan spesies kumbang baru, penting untuk membedah alat kelamin pejantan, karena langkah ini dapat membantu membedakan satu varietas kumbang air dari yang lain. Pada akhirnya ekspedisi menghasilkan penemuan tiga spesies kumbang air baru. Para peserta kemudian memilih salah satu dari mereka untuk menyandang nama “DiCaprio”.

 

Yayasan DiCaprio

Penamaan kumbang air DiCaprio dilakukan untuk menghormati ulang tahun ke-20 pendirian badan amal miliknya. Pada tahun 1998 ia mendirikan The Leonardo DiCaprio Foundation, organisasi yang khusus menaruh perhatian pada kelestarian alam. Penamaan juga untuk menghormati usaha laki-laki berumur 43 tahun tersebut dalam beragam kampanye lingkungan yang selama ini ia lakukan.

Penampilan Leonardo DiCaprio di ajang Academy Awards 2016. (TELEGRAPH.CO.UK)

 

Penemuan tiga kumbang tersebut dipimpin oleh entomolog Dr Hendrik Freitag dan ahli biologi gua Dr Iva Njunjic. “Kumbang baru ini mungkin tidak memenangkan Oscar dalam hal karisma, tetapi dalam konservasi keanekaragaman hayati, setiap makhluk sama berharganya,” ungkap Njunjic dikutip dari Forbes, Senin (30/04/2018).

Menurut Njunjic, kumbang kecil yang belum pernah diketahui itu penting bagi kehidupan alam. “Dalam kasus ini, kami tidak menyebutkan kumbang tersebut mirip seperti Leonardo DiCaprio,” katanya dikutip dari The Guardian, Senin (30/04/2018).

Yayasan Leonardo DiCaprio bertujuan untuk mengurangi dampak manusia terhadap lingkungan dan melindungi tempat-tempat liar terakhir di dunia. Mereka telah mengucurkan dana lebih dari 100 juta USD dalam bentuk hibah sejak tahun 2010. Melestarikan spesies juga merupakan alasan utama mengapa para ilmuwan memberi nama mereka setelah selebriti.

Ahli biologi Ingi Agnarsson mengatakan kepada Vice bahwa memberikan nama-nama selebriti kepada spesies yang tidak dihiraukan dapat menimbulkan perhatian luas dan mungkin meningkatkan kesadaran tentang cara melindungi mereka. Pada bulan dan tahun yang sama ditemukan juga spesies laba-laba baru yang kemudian diberi nama DiCaprio juga, yakni Spintharus leonardodicaprioi.

Selebriti lain yang menjadi inspirasi penamaan serangga baru termasuk aktris Kate Winslet, lawan main Dicaprio dalam film Titanic. Ada juga sejenis lalat bernama Scaptia beyonceae yang namanya terinspirasi dari penyanyi Beyonce atas rambut emasnya yang padat. Lalu ada Desis bobmarleyi, laba-laba dari Australia yang dinamai atas penyanyi reggae ternama asal Jamaika Bob Marley, yang kini telah wafat.

 

sumber berita