Kabar Kalimantan

Legislator Golkar Sorot Masalah Dukcapil

SATUMANDAU Hetifah Sjaifudian, Legislator Golkar dari dapil Kaltim dan Kaltara soroti masalah dukcapil di daerah konstituennya.

Permasalahan utama terkait e-KTP adalah mengenai ketersediaan blanko. Kendala yang paling umum adalah masih adanya kekurangan di beberapa daerah. Hal ini menjadi perhatian khusus Komisi II DPR RI. Masalah ketersediaan blangko ini juga muncul dalam pembahasan rapat kerja dengan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Fokus pembahasan adalah untuk mencari solusi bersama sebagai mitra kerja pemerintah.

Anggota Komisi II DPR RI Hetifah menambahkan kendala lainnya di Kaltim dan Kaltara. Hal ini berkenaan dengan kesulitan warga Kaltim dan Kaltara dalam melakukan perekaman e-KTP.  Solusi yang mencuat dalam raker tersebut cukup melegakan. Hetifah akan salong berkoordinasi dengan Dirjen Dukcapil untuk membuka stand perekaman dan pencetakan e-KTP.

Selain itu, Hetifah juga menjamin pembuatan e-KTP akan berjalan lancar. Menurut politisi Partai Golkar ini, Kemedagri telah mengupayakan pemenuhan blangko e-KTP diberbagai daerah.

Khusus untuk Kabupaten Kubar, Dirjen Dukcapil sudah memenuhi aspirasimasyarakat. Sekarang kegiatan perekaman e-KTP sudah dapat dilakukan. Hanya saja, ternyata masih ada kekurangan 10.000 blangko di Kabupaten Kubar.

Politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan ada beberapa alat perekaman yang rusak sehingga memperlambat proses perekaman. Terutama, masalah ini dijumpai di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakhrullah,  mengakui bahwa kerusakan alat perekam sering kali menghambat proses perekaman e-KTP. Ia meminta kesediaan Pemerintah Daerah untuk membantu membeli alat tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah Pemda dapat menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk membantu membeli alat.  Sebelumnya,  diusulkan terlebih dahulu ke pusat melalui DAK agar memperoleh persetujuan.

Zudan membeberkan data bahwa hingga saat ini, data wajib KTP di Indonesia ada sebanyak 189.630.855. dari jumlah itu, yang sudah merekam ada sebanyak 178.580.721. Jadi, pencapaian perekaman e-KTP sudah 96,4 persen.

Sementara, terkait untuk pengadaan blangko, Zudan pun menerangkan pengadaan di tahun 2017 sebanyak 25,9 juta. Sedangkan untuk tahun 2018 akan diadakan 16 juta keping blangko melalui mekanisme e-catalog.

Berdasarkan program tersebut, Zudan memastikan pada 2018 mendatang seluruh penduduk sudah menggunakan e-KTP.

[ ### ]