Kabar Kalimantan

Legislator Golkar Karlie Hanafi Kalianda Jadi Wakil Rakyat Pertama Reses di Desa Mekar Sari

SATUMANDAU Kegiatan reses dimanfaatkan anggota DPRD Kalsel DR H Karlie Hanafi Kalianda untuk melakukan kunjungan ke warga untuk menyerap aspirasi. Kunjungan kali ini di dua desa di dapil atau daerah pemilihannya, berlokasi di kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (26/2/2018). Dalam kunjungannya, legislator Golkar ini menjadi wakil rakyat Kalsel dapil Batola pertama yang menggelar reses di Desa Mekar Sari.

Arbain, Kepala Desa Mekar Sari sangat berterimakasih dan sangat terharu desanya dipilih untuk kegiatan reses pada kesempatan ini. “Saya berterima kasih desa kami mendapat kesempatan reses dari Pak Karlie Hanafi. Sebab, ini menjadi yang pertama desa kami didatangi wakil rakyat Kalsel dapil Batola,” demikian kata Arbain.

Dalam kunjungannya, politisi Partai Golkar Kalsel ini menyapa puluhan warga Desa Mekar Sari. Kemudian jadwal reses dilanjutkan ke Desa Tamban Muara yang juga diikuti puluhan warga. Aspirasi dari dua desa itu rata-rata warga mengeluhkan sarana dan prasarana jalan seperti jembatan. Warga kedua desa tersebut juga menginginkan perbaikan jalan yang sudah rusak.

Hal lainnya yang juga dikeluhkan warga yaitu terkait kelangkaan elpiji. Warga meminta kelangkaan elpiji 3 kilogram segera diatasi dan jangan lagi ada persoalan stok gas kurang. Umumnya, peersoalan kekurangan stok gas ini akibat keterlambatan pengiriman. Sementara, untuk bidang pendidikan warga menyampaikan minimnya ketersediaan buku paket pelajaran dari pemerintah.

Namun, satu hal yang menjadi perhatian utama dan sudah menjadi kekhawatiran warga adalah masuknya obat terlarang carnophen alias zenith, seperti diungkapkan oleh Kepala Desa Mekar Sari. “Desa kami sudah beredar obat zenith dan ini membahayakan bagi generasi muda. Mudahan ada respon dari pihak terkait untuk memberantas peredaran obat haram ini,” demikian kata Arbain, Kepala Desa Mekar Sari.

Hal serupa dikatakan Kepala Desa Tamban Muara H Jarkasi, juga berharap ada tindakan tegas, agar obat yang disebut ‘pil jin’ tersebut tidak masuk desa lagi. Masukan lainnya dari warga agar ada pembinaan dari pihak pemerintah setempat terkait penggunaan dana desa.

Menanggapi banyaknya masukan dan aspirasi dari warga, Karlie Hanafi memastikan, aspirasi yang masuk tersebut akan disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten. “Aspirasi ini akan terus diperjuangkan agar bisa terealisasi. Akan kita laporkan di Musrenbang,” demikian politisi Partai Golkar Kalsel ini memberikan penjelasannya. [ TL/### ]